Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

NASI KUNING MUNA CUNG PASAR PATHUK YOGYAKARTA


Nasi kuningnya sudah melegenda, entah sejak kapan dia buka jualan nasi Kuning itu.

Pelanggannya banyak dan dari berbagai lapisan, termasuk dijual juga lewat Go food dan lainnya.

Nasi kuning Muna Cung terletak di komplek Pasar Pathuk Yogyakarta. Sebuah Pasar yang terletak tepatnya di jalan Bhayangkara Yogyakarta.

Kalau Anda lewat Jalan Malioboro maka setelah Ramai Supermarket belok ke kanan terus (ke arah Barat) maka sampailah Anda di lokasi penjual nasi kuning Muna Cung.

Nasi kuning itu terdiri dari Nasi, Perkedel dari Kentang, Abon Sapi, Telur dadar yang dirajang-rajang, Empal Sapi.

Khusus nasi kuning yang memakai Empal Sapi tentu harganya lebih mahal dibanding yang standard.

Pada musim liburan Desember 2024 ini antriannya semakin panjang saja, bahkan pembeli juga bisa makan di tempat sekalipun tempat duduknya juga tidak memadai dari sisi kesehatan dan  keamanan. Sebab tentu hempasan debu jalanan dan kendaraan yang lalu-lalang bisa membahayakan orang-orang yang duduk makan.  Sebab memang bukan peruntukannya.  Saya yakin itu hanya sementara saja, sebab dari dulu penjualannya memang Take Away, bukan dimakan di lokasi.

PULAU TIKUS - PENANG -GEORGETOWN

 Jika Anda berkesempatan maen ke Penang, cobalah mengunjungi Kawasan Pulau Tikus. Ini adalah kawasan dimana terdapat banyak toko-toko, restauran, gerai Pizza, gerai Kopi, Foodcourt tradisional.

Yang saya katakan sebagai foodcourt tradisional adalah suatu lokasi dimana terdapat sekumpulan para penjual masakan. Mereka ada di dalam sebuah resto dimana ada banyak penjual masakan. Bisa 10-12 penjual. Menunya kebanyakan terdiri dari BeeHoon, Kwe Tiauw ( ini paling banyak ), Hainan Rice, ayam goreng dan sebagainya. Harga per porsi sekitah 6-11 MYR.  Mereka menerima pembayaran dengan kartu/ e wallet dan juga tunai. Namun bagi mereka penduduk asli lebih suka memakai Kartu. Sementara wisatawan membayar menggunakan uang tunai ringgit Malaysia. Pernah saya mencoba membayar dengan menggunakan wallet Indonesia yang bernama DANA dan berhasil. Tetapi tidak semua QR di Penang cocok dengan aplikasi DANA.

Makanan-makanan di Penang kebanyakan adalah Chinese Food, India food begitulah. Dari segi rasa, secara pribadi saya cocok, kaya rempah-rempah, harga juga masih wajar.

Kawasan Pulau Tikus adalah semacam pusat keramaian di sana. Ada Bank, Starbucks, Gerai makan, penjual buah dan sebagainya.

LAMBANG PULAU TIKUS

HOKKIEN MIE PENANG


PUSAT JAJANAN DAN MAKAN

Kopitiam Oey ngasih kartupos diskon



 
Suatu malam yang belum malam sekali, sekitar jam 21.00 saya bersama seorang kawan mencari tempat ngopi di Jogja. Lalu saya ingat dengan Kopitiam Oey nya pak Bondan. Menujulah saya kesana, saya memesan 2 piring bakmi goreng Jawa, saya minum teh tarik, kawan saya memesan teh blonthank yang sangat nikmat. Meski bukan termasuk penggemar berat kopi namun saat siang hari saya berani memesan kopi disana. Namun karena ini malam hari maka saya mematuhi peringatan Kopitiam Oey, hahahahah... katanya kopinya amat kental sehingga bisa membuat sulit tidur, nah saya ngga ingin sulit tidur maka mending minum teh tarik saja.

Ada sebuah ide menarik yang dibuat oleh Kopitiam Oey, yaitu semacam referal program. Kitadiminta memberikan data nama dan alamat seseorang yang akan kita referensikan untuk mencicipi Kopitiam Oey. Oleh pramuniaga saya ditawarin 2 macam kartupos cantik, ah klasik maksud saya. Bergambar lukisan Cina, ada pula yang bergambar wanitayang merupakan cover majalah ternama. Disamping selembar formulir dimana saya harus mengisi nama dan alamat satu orang teman yang direferensikan. Setelah mengisinya saya diminta memilih 2 kartupos, sebuah untuk saya sendiri dan sebuah lainnya untuk teman yang saya referensikan.

Beberapa hari setelah itu maka tibalah kartupos dari Kopitiam Oey yang ternyata berisi voucher discount untuk pembelian sampai 3 kali dalam dua bulan. Discount 15 % pada kunjungan pertama dan kedua, serta discount 30% pada kunjungan ke 3. Cukup kreatif, barangkali Anda ingin mencontohnya?

Mie Medan di Jogja

Lagi lagi urusan perut. Kali ini saya mencoba memperkenalkan sebuah resto dengan spesial menu Mie Medan. Lihat di foto saya, mie dengan taburan daging dan cabe serta telur, mie nya sendiri sudah enak, ditambah pangsit rebusnya. Anda tak usah jauh jauh ke Medan, di Jogja Anda bisa menemukannya di Jalan Munggur nomer 69A. Namanya Rumah makan Mie Pangsit TOWER MEDAN. Rumah makan atau kedai lebih tepatnya, karena didesain sederhana saja, namun jangan tanya rasa Mie nya. Sluuuurph. Lezaaat. Sedang minuman khasnya adalah Liang Teh, teh dari bunga Chrysantemum yang rasanya khas. Ada dua macam porsi mie, biasa dan jumbo. Pokoknya puas banget.

Calais Artisan di Jogja

Akhirnya saya dapet kesempatan mencoba Calais, sebuah kedai yang terkenal dengan sajian sajian tehnya. Apa sih yang tersedia disana. Kalau di Jogja Calais terletak di jalan Suroto, dekat dengan per empatan Gramedia, demikian istilah yang sering dipakai untuk menyebut nama per empatan Sudirman tempat Toko Buku Gramedia terletak. Dari perempatan itu ke selatan sedikit, bersebelahan dengan Rumah Sakit Kanker Kucala. Disana saya mencoba menu : Passion Fruit ice tea, berupa teh dengan rasa buah buahan. Serta makanan Mushrooms chicken roll, bentuknya mirip lumpia dengan kulit digoreng kemripik, berisi campuran daging ayam dan jamur, satu porsi berisi 3 potong. Untuk dua macam menu tersebut saya merogoh kocek hampir empat puluh ribu rupiah. Suasananya khas kafe, dengan kursi kursi kayu dan meja kecil. Se meja dengan dua kursi berhadap an, interior dibuat seperti batu bata yang tanpa semen. Lampu dibuat temaram denga dua buah televisi LED terpampang didepan. Kita harus memesan menu langsung ke kasir ketika datang, disana kita bisa langsung membayarnya. Setelah diberikan nota, maka kita diminta menunggu. Setelah menu siap maka bel akan dibunyikan sambil nama kita dipanggil untuk mengambil pesanan kita. Sebuah sistem yang menghemat waitress. Makanan disajikan dalam kantung kertas putih, teh disajikan dalam gelas plastik yang ditutup dengan plastik yang di las, sehingga kebersihannya terjamin. Lumayan, cocok untuk mereka yang butuh ngobrol sambil menikmati teh. Alamat: Calais Artisan, Jalan Suroto nomer 20, sebelah timur toko buku Gramedia, sebelah utara rumah sakit kanker Kucala.

Nasi timbel ala Bandung, di kota Gudeg


Ngobrolin kuliner nggak ada matinya, di kota Gudeg ini ada banyak pilihan menu yang bisa memanjakan indra pengecap Anda.  Meski Gudeg tentu menjadi pilihan utama, namun bagi saya yang sudah berpuluh puluh tahun tinggal di Jogja, maka menu menu dari luar kotapun acapkali menjadi pilihan saya. Terutama dalam memenuhi kebutuhan sarapan saya. Kali ini saya menelusuri seputaran Pasar Patuk Jogjakarta. Pasar ini kerap disebut dengan pasar Cina karena banyak pembelinya berasal dari etnis Cina, namun bukan berarti menjadi pasar yang ekslusif. Kedekatannya dengan kampung Pajeksan dan Gandekan yang dikenal sebagai Chinatown nya Jogja membuat Pasar ini menjajakan aneka keperluan untuk sembahyang adat Cina, semacam Kue Ku, Wajik, Sayur Asin dan sebagainya.
Namun ooops saya sendiri pengen menginformasikan bahwa didekat pasar ini, di sebelah selatan nya, berhadapan dengan lokasi parkir sepeda motornya.  Ada sebuah kedai makan yang menyajikan aneka hidangan lezat. Ini nih diantaranya : siomay rebus dan goreng, soto tauco non MSG, nasi timbel, nasi bakmoy, bakmi ayam.
Kali ini saya menjajal nasi timbelnya: isi nasi, ayam, sayur asem, ikan asin, tahu goreng, sambel Mantap banget deh. Menyantap hidangan nasi timbel ditengah riuhnya orang orang berlalu lalang keluar masuk pasar membuat suasana yang berbeda. Harganya sangat terjangkau, cocok untuk sarapan karena sudah siap sebelum jam 7 pagi. Oh ya setiap hari senin kedai ini tutup.
Lokasi pasar Patuk adalah terletak di Jalan Bhayangkara Jogja. Kalau dari Malioboro arah utara, dapatkanlah Mirota Batik/Hamzah batik belok ke kanan terus mentok ( ada Gereja GKI disana ), Anda belok kanan naah ini sudah Jalan Bhayangkara namanya, terus aja sekitar 200 meteran di kanan jalan ada Pasar namanya pasar Patuk, parkirlah mobil disekitar pasar. Anda dapat berjalan kaki menuju kedai tadi, berjalanlah ke arah timur atau belok kanan dari jalan Bhayangkara menelusuri tepi pasar Patuk. Semoga cocok menunya dan pas dengan lidah dan kantong kita.

Kuliner apa ya?

Belakangan makin sering saja kita menjumpai manusia manusia yang gemar ber wisata kuliner. Selain karena memang ada banyak menu sajian di sekitar kita kemudian ditunjang pasar yang mendukung artinya ada saja peminat makan makan.  Apa sih yang kaliar pertimbangkan ketika akan berwisata kuliner?  Berikut sedikit share dari saya:

  • Pertimbangan keunikan. Menu yang unik seringkali menjadi pertimbangan utama saya ketika ingin berwisata kuliner. Padahal bisa jadi setelah dimakan ya rasanya cuma gitu gitu aja, namun nama yang unik sudah menjadi daya tarik
  • Pertimbangan tempat. Banyak kuliner yang sekarang disajikan didukung dengan tempat yang sangat nyaman, adanya sarana pendukung semacam danau buatan atau lainnya sangat menjadi pertimbangan juga.
  • Harga. Harga biasanya menjadi pertimbangan awal karena kita belum tahu rasa maka biasanya saat wisata kuliner kita akan mengajak banyak temen temen, oleh karenanya jika ada promo atau diskon, pastilah itu akan membuat lebih lareeees maneees.....
  • Sarana pendukung, sarana pendukung semacam tempat parkir yg luas, lokasi yang mudah dijangkau, pelayanan yang ramah tentu akan menjadi pertimbangan utama juga bagi kita yang akan berwisata kuliner.
Selamat berburu kuliner, semoga tetap sehat dan bisa menjajal berbagai masakan di seluruh nusantara.