Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan

KOK MENGANTUK SEHABIS MAKAN?

 


Seringkali kita mengalami kantuk seusai makan, terutama makan siang? Apakah ini sebuah kebiasaan saja atau ada sesuatu yang perlu diperhatikan dalam kesehatan kita?

Bisa jadi ini adalah sebuah "Glucose spike" arau lonjakan gula darah yang terjadi akibat kita mengkonsumsi makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah.  Mari kita lihat penjelasan tentang Glucose Spike

Glucose spike, atau lonjakan gula darah setelah makan, bisa menyebabkan rasa mengantuk karena beberapa alasan utama:

  1. Respon Insulin dan Penurunan Gula Darah
    Saat kadar gula darah naik tajam, pankreas melepaskan insulin untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa. Jika lonjakan ini terlalu tinggi, tubuh bisa merespons dengan memproduksi lebih banyak insulin, yang akhirnya menyebabkan kadar gula darah turun drastis (reaksi hipoglikemik ringan). Penurunan ini bisa menyebabkan rasa lemas dan mengantuk.

  2. Efek Hormon (Serotonin dan Melatonin)
    Makanan tinggi karbohidrat sederhana (misalnya nasi putih, roti, atau gula) dapat meningkatkan kadar triptofan dalam darah. Triptofan ini digunakan tubuh untuk membuat serotonin, yang kemudian bisa dikonversi menjadi melatonin—hormon yang mengatur tidur. Peningkatan serotonin dan melatonin dapat membuat seseorang merasa lebih mengantuk.

  3. Redistribusi Aliran Darah
    Setelah makan besar, terutama yang tinggi karbohidrat dan lemak, tubuh mengalihkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk membantu mencerna makanan. Hal ini bisa mengurangi aliran darah ke otak, yang bisa menyebabkan rasa kantuk.

  4. Perubahan Neurotransmitter di Otak
    Glukosa memengaruhi neurotransmitter seperti orexin, yang berperan dalam menjaga kewaspadaan. Lonjakan glukosa yang tinggi bisa menekan aktivitas orexin, menyebabkan rasa kantuk.

Jika sering mengalami kantuk setelah makan, cobalah untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik lebih rendah, seperti protein, serat, dan lemak sehat, yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.


Herbal untuk mengatasi darah kental


Suatu pagi ketika saya pergi ke Bank BCA Sudirman Yogyakarta, saya melihat sebuah produk kesehatan sedang ditawarkan di sebuah booth.  Tidak seperti biasanya sebuah Bank mengijinkan seseorang menjual produknya.  Saya pun tertarik untuk sekedar melihat x-bannernya, ternyata menjual semacam the yang bias mengatasi penyakit atau gejala kekentalan darah.  Mengingat saya mempunyai kecenderungan kolesterol tinggi, maka saya memberanikan bertanya mengenai produk tersebut.
Ternyata saya justru ditawari untuk melakukan pemeriksaan darah gratis untuk melihat perbandingan antara sebelum mengkosumsi teh itu dan setelahnya.  Karena terdorong rasa ingin tahu yang besar maka saya menyerahkan setetes darah saya untuk diperiksa dibawah mikroskop yang tersedia.  Hasilnya membuat saya kaget karena menurut si penjual bahwa darah saya kental serius. Beliau menunjukkan contoh hasil foto mikroskop dara kental yang lain. Butiran butiran darah seolah tidak mau bergerak dan lengket antara satu dengan yang lainnya.  Lalu setelah itu saya diberi minum Teh tersebut, sekitar 30 menit diperiksalah darah saya. Sungguh hasil yang mengejutkan karena dengan proses secepat itu butiran butiran darah saya sudah tidak lengket kembali dan bergerak bebas kesana kemari. Ini sungguh sebuah hasil yang sangat mengejutkan saya. Surprised.  Rasa yang saya dapatkan adalah kehangatan yang menjalar dari leher ke kepala secara perlahan lahan. Sepertinya ada kelancaran peredaran darah yang sedang diperbaiki. Jadilah saya membeli produk tersebut dan mengkonsumsinya secara teratur selama seminggu berturut turut sesuai dengan ketentuan. Dan sungguh yang saya rasakan adalah tubuh yang lebih segar dan tidak mudah Lelah dan ngantuk.  Suatu saat saya bertemu lagi dengan sang penjual yang sedang ber demo di bank dengan lokasi lain dan saya di tes lagi darahnya, ternyata darah saya tetap encer setelah sekian lamanya.  Saya kemudian selanjutnya mengkonsumsinya seminggu dua kali setiap Senin dan Kamis saja.
Cara meraciknya pun sangat mudah sebab dalam bentuk serbuk halus. Tuangkan kedalam cangkir lalu seduh dengan air panas dan diamkan sejenak sampai ampas mengendap lalu minumlah airnya saja setelah makan. Sisa ampas bias diseduh lagi satu kali untuk kembali diminum di malam hari.
Nama produk tersebut adalah :  Gouzi Cha

Dan saya pun menjualnya untuk menolong teman teman yang memiliki keluhan yang sama. Ternyata ada banyak keluhan bisa diatasi dengan teh Herbal ini. Silakan Whatsapp saya jika memerlukan produk ini 087838954800
( image source : Fansindo official site )