BENARKAH DOA ITU DIDENGAR OLEH TUHAN?

 Saya menulis ini bukan dengan maksud tidak percaya atas keberadaan Tuhan, tetapi ini adalah bagian dari perenungan saya secara internal perihal doa.  Tentu sudut pandang saya sangat dipengaruhi oleh kekristenan sebagai agama yang saya kenal semenjak kecil.

Banyak orang berdoa dengan tujuan-tujuan tertentu dan banyak pula yang "tidak dikabulkan".  Pengertian tidak dikabulkan diberikan ketika apa yang kita minta tidak diberi.  Persis seperti ketika seorang anak meminta uang atau mainan kepada orang tuanya, lalu orang tuanya menolak permintaan itu. Kemudian si anak mempunyai pemahaman bahwa permintaannya ditolak atau tidak dikabulkan. Demikian juga dengan doa.

Pada kondisi-kondisi tertentu ummat Kristen berdoa dengan membuat perjanjian bersama-sama dengan temannya. Misalkan ada seorang jemaat gereja yang sakit, lalu jemaat yang sehat mendoakan mereka dengan jadwal jam-jam tertentu mereka akan berdoa bersama-sama di tempat masing-masing. Saya tidak tahu pemahaman ini berasal darimana? Apakah semakin banyak orang yang berteriak melalui doa kemudian Tuhan akan "lebih mendengar"? Tindakan ini seolah-olah menganggap Tuhan tuli sehingga perlu teriakan banyak orang supaya ia mendengar.  Padahal Yesus pernah menasihatkan jika kamu berdoa masuklah ke dalam kamarmu, jadi doa adalah sesuatu yang tidak di ekspose diluaran sehingga orang harus melihat. tetapi masuk dalam kamar, itu masuk ke dalam pribadimu. Jumpailah dirimu dalam keheningan, dalam ketenangan, jumpailah Tuhanmu bukan dalam hingar bingar.

Adalagi kisah orang atau pendoa atau pendeta yang dianggap sangat manuur doanya.  Jika orang sakit didoakan olehnya pastilah sembuh. Jika orang sekarat didoakan dia, pastilah meninggal. Jika seseorang dalam masalah besar didoakan dia pastilah masalahnya tuntas. Seolah-olah hanya sang pendetalah yang doanya didengarkan oleh Tuhan. Kita jadi perlu perantara lagi dalam diri si pendeta.

Bagi saya pribadi, berdoa itu seperti menjumpai diri kita terdalam. Core kita. Inti dari manusia kita.  Selama kita belum bertemu dengan diri ini maka doa kita hanyalah kata-kata belaka yang tidak ada kuasanya.  Persoalan KUASA doa itu adalah seberapa besar kita mampu menggerakkan doa-doa yang kita panjatkan. Dengan berdoa sesungguhnya kita sedang berbicara terhadap diri kita sendiri. Dan seberapa jauh kita menjadi pelaku atas apa yang kita doakan, itu akan mempengaruhi "terjawabnya" doamu.

Berdoa itu mengemukakan apa yang menjadi keluh kesah dan kesusahan hati kita, bukan supaya Tuhan mengasihani kita. tetapi lebih supaya memberi trigger agar kita melakukan sesuatu yang punya kontribusi positip atas apa yang kita doakan. Kekuatan atas kepercayaan itulah yang disebut dengan iman. Jika begitu besar dan kuat maka tentu akan terus membakar dan mendorong kita berbuat yang lebih berani tanpa lagi mempertimbangkan apakah itu akan berhasil atau tidak. Saat itulah mereka perlu menyadari bahwa dia kan sudah BERDOA. Bentuk kesadaran ini yang tidak muncul. Lalu orang masih bertindak dengan ragu-ragu. Inilah maka ada ungkapan Berdoa dan Bekerja. Sehingga semua harus berjalan secara sinkron. Mengerjakan yang kita doakan dan mendoakan yang kita kerjakan.

Tidak seorangpun berhak menklaim bahwa doanya dikabulkan? Karena memang tidak ada bukti empiris yang bisa membuktikannya. Doa bukan sebuah kumpulan proposal yang diajukan di hadapan CEO untuk dimintakan persetujuan dan kemudian dananya cair.

Kolesterol naik di usia 50 tahun ke atas

 Sering saya bertanya-tanya tentang apa sih penyebab orang orang tua kebanyakan menderita penyakit kolesterol? Ternyata ada banyak faktor penyebabnya. Buat mereka yang belum mencapai usia itu sebaiknya jangan menyepelekan hal tersebut. mari kita jelaskan secara sederhana

Pada usia 50 tahun ke atas, kenaikan kolesterol memang lebih sering terjadi, dan ini bukan semata karena pola makan, tetapi kombinasi perubahan biologis, hormonal, dan gaya hidup. Berikut penjelasan runtutnya, Mas:


1. Metabolisme Lemak Melambat

Seiring bertambahnya usia:

  • Hati menjadi kurang efisien membersihkan LDL (kolesterol jahat) dari darah

  • Aktivitas enzim pemecah lemak menurun

Akibatnya:
➡️ LDL lebih lama beredar di darah → kadar kolesterol naik meski makan “biasa saja”.


2. Penurunan Hormon Protektif

🔹 Pada pria:

  • Testosteron menurun → metabolisme lemak melambat

🔹 Pada wanita:

  • Setelah menopause, estrogen turun

  • Estrogen berfungsi menaikkan HDL (kolesterol baik) dan menekan LDL

Akibatnya:
➡️ Setelah usia ±50 tahun, LDL cenderung naik, HDL turun


3. Massa Otot Berkurang (Sarcopenia)

Usia lanjut → otot berkurang → pembakaran energi turun

Padahal:

  • Otot adalah “mesin pembakar” lemak

Akibat:
➡️ Lemak lebih mudah menumpuk
➡️ Trigliserida dan kolesterol naik


4. Aktivitas Fisik Menurun

Fakta lapangan:

  • Usia 50+ cenderung kurang bergerak

  • Lebih banyak duduk, aktivitas ringan

Dampak:

  • HDL tidak terstimulasi

  • LDL tidak termetabolisme optimal

➡️ Profil lipid memburuk


5. Resistensi Insulin Meningkat

Dengan usia:

  • Sel menjadi kurang sensitif terhadap insulin

Efeknya:

  • Hati memproduksi lebih banyak VLDL

  • Trigliserida naik

  • LDL menjadi lebih kecil & lebih berbahaya (small dense LDL)

➡️ Risiko aterosklerosis meningkat


6. Fungsi Tiroid Bisa Menurun (Subklinis)

Pada usia lanjut:

  • Hipotiroid ringan sering tidak terdeteksi

  • Hormon tiroid berperan besar dalam metabolisme lemak

Jika turun:
➡️ LDL naik tanpa sebab jelas


7. Faktor Akumulasi Gaya Hidup Puluhan Tahun

Kolesterol tinggi sering bukan akibat 1–2 tahun, tetapi:

  • Akumulasi pola makan

  • Kurang olahraga

  • Stres kronis

  • Kurang tidur

➡️ Baru “muncul” di usia 50-an


Kesimpulan Sederhana

Kolesterol naik di usia 50+ adalah hasil kombinasi penuaan biologis + perubahan hormon + penurunan aktivitas + akumulasi gaya hidup, bukan karena “salah makan saja”.


Catatan Penting

Karena faktor usia tidak bisa diubah, fokus pengendalian kolesterol usia 50+ sebaiknya pada:

  • Pola makan anti-inflamasi

  • Olahraga kardio + latihan otot

  • Tidur & manajemen stres

  • Evaluasi berkala (lipid profile, gula darah, TSH)

Semoga tulisan sederhana ini setidaknya memotivasi kita untuk lebih berhati-hati menjalani hidup

DEXAMETHASON obat apa sih?

 Kemaren temen saya bertanya tentang obat Dexamethason, obat apa sih? Karena ia memperoleh obat tersebut saat berobat ke Klinik dokter BPJS nya. Keluhannya tenggorokan sakit saat menelan, lalu diberilah dia obat tersebut dan paracetamol. Dan bertanyalah dia padaku, seperti biasa aku tanya lagi kepada asistenku ha ha ha. Dan inilah jawaban dia.

Dexamethasone adalah obat kortikosteroid sintetis yang memiliki fungsi utama sebagai antiinflamasi (anti-peradangan), imunosupresan (penekan sistem imun), dan anti-alergi.
Berikut penjelasan lengkapnya 👇


🧠 1. Fungsi Utama Dexamethasone

  1. Mengurangi peradangan
    → Menekan reaksi peradangan pada berbagai kondisi seperti radang sendi (arthritis), lupus, asma, bronkitis kronis, dan penyakit autoimun.
    Mekanismenya dengan menurunkan produksi zat kimia tubuh (seperti prostaglandin dan leukotrien) yang menyebabkan peradangan.

  2. Menekan reaksi alergi berlebihan
    → Diberikan pada kasus alergi berat seperti anafilaksis, ruam alergi, atau pembengkakan akibat reaksi obat.

  3. Menekan sistem imun (imunosupresif)
    → Berguna pada pasien transplantasi organ atau penyakit autoimun untuk mencegah sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri.

  4. Mengatasi gangguan kelenjar adrenal (insufisiensi adrenal)
    → Sebagai pengganti hormon kortisol alami yang kurang diproduksi tubuh.

  5. Mengurangi pembengkakan otak (edema serebri)
    → Digunakan pada kasus tumor otak, cedera kepala, atau pembedahan otak untuk menurunkan tekanan intrakranial.

  6. Sebagai terapi tambahan pada kanker tertentu
    → Misalnya leukemia, limfoma, atau multiple myeloma — membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki nafsu makan.

  7. Dalam penanganan COVID-19 berat
    → Dexamethasone terbukti menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen atau ventilator, karena menekan reaksi imun berlebihan (cytokine storm).


⚠️ Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Pemakaian jangka panjang atau dosis tinggi dapat menimbulkan:

  • Naiknya gula darah (bisa memicu diabetes)

  • Penurunan daya tahan tubuh

  • Gangguan lambung (ulkus)

  • Pembengkakan wajah (“moon face”)

  • Osteoporosis

  • Gangguan tidur, mood swing, atau depresi

  • Penurunan fungsi adrenal bila dihentikan mendadak


💊 Catatan Penting

  • Hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

  • Dosis dan lama penggunaan sangat tergantung kondisi medis pasien.

  • Jangan menghentikan secara mendadak tanpa arahan medis karena bisa menimbulkan krisis adrenal.


ULANG TAHUN LANSIA, BUKAN SOAL SEBERAPA TUA

Lencana

Saat tulisan ini dibuat usia saya sudah mendekati 60 tahun.  ide itu muncul manakala  saya sedang membereskan arsip-arsip lama dari almarhum ayah saya yang sudah wafat 12 tahun yang lalu.  Ada banyak foto-foto lama yang memperlihatkan nenek saya sedang merayakan ulang tahunnya, ada acara makan bersama anak, cucu dan menantu. Dan tentu tidak lupa berfoto didepan kue ulang tahun model jadul. Serius foto itu adalah foto hitam putih karya tahun 1975. Kalau dihitung sudah berusia 50 tahun, tetapi masih tajam tidak luntur sama sekali, jelas tertera di belakang foto 4R itu tulisan dengan bolpoint biru.   Ternyata sudah lama sekali foto itu tertumpuk di arsip-arsip dokumen dan segala kawannya.  

Saya kemudian mengingat ingat masa itu sekuat tenaga pikiran saya. Dan saya mengingat bahwa nenek saya selalu merayakan ulang tahun nya dibarengkan dengan saya. Tentu ini hanya seingat saya yang waktu itu baru berusia 7 atau 8 tahun.  Perayaan ulang tahun bagi orang lanjut usia memang lazim dilakukan seolah untuk menandai tercapainya nilai usia tertentu. 

Ada beberapa catatan kecil saya tentang seberapa penting sih ulang tahun bagi para lanjut usia?

Pengakuan atas Kelangsungan Hidup dan Pencapaian

Hal pertama yang menurut saya penting, setelah saya mencapai usia lebih dari setengah abad ini adalah bahwa ulang tahun bagi mereka yang lanjut usia adalah jauh lebih dari sekadar penambahan angka; ini adalah proklamasi kemenangan atas berbagai rintangan kehidupan.

 Simbol Ketahanan dan Umur Panjang (Longevity):

  • Bukan Sekadar Angka: Di usia senja, setiap tahun yang dirayakan adalah bukti fisik dan mental dari ketahanan (resilience) seseorang. Mereka telah berhasil melewati krisis kesehatan, perubahan sosial yang besar, kesulitan ekonomi, dan duka.

  • "Survival Badge": Ulang tahun berfungsi sebagai "lencana kehormatan" atau medali yang menegaskan bahwa mereka adalah penyintas (survivor). Ini memberikan rasa bangga yang mendalam karena telah diberikan umur panjang, sebuah berkat yang tidak dimiliki semua orang.

Validasi Warisan dan Kerja Keras :

  • Momen Akumulasi: Perayaan ini secara implisit mengakui seluruh pencapaian hidup yang telah mereka raih. Ini mencakup peran mereka sebagai orang tua atau kakek-nenek, kontribusi mereka dalam karier atau komunitas, dan nilai-nilai yang telah mereka tanamkan.

  • Penghormatan terhadap Perjalanan: Ulang tahun adalah kesempatan bagi keluarga dan teman untuk secara formal menghormati seluruh perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan kerja keras, menegaskan bahwa hidup mereka memiliki makna dan dampak yang berkelanjutan.

Jembatan antara Masa Lalu dan Masa Depan:

  • Pernyataan Kontinuitas: Merayakan ulang tahun adalah penegasan bahwa mereka masih ada dan relevan. Ini bukan hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menegaskan harapan dan niat baik untuk waktu yang tersisa.

Saya masih ingin melanjutkan tulisan ini, tunggu yaa...