Disclaimer dulu bahwa apa yang saya tulis ini bukanlah sebuah teori atau pandangan hidup yang saya anut. Tetapi ini muncul dari imajinasi dan pikiran saya sendiri. Kadang-kadang saya merasa sayang apabila punya pemikiran sekalipun itu absurd tetapi tidak ditulis sehingga orang lain bisa ikut membaca atau mentertawakannya. Bolehlah demikian.
Tiba-tiba dalam pikiran saya ada sebuah statement yang menyatakan bahwa :"Satu hal yang pasti dalam hidup ini adalah kematian, tetapi sepanjang hidup kita banyak yang menyatakannya sebagai sebuah misteri" Jadi inilah yang saya maksudkan sebagai paradoks. Biasanya sesuatu yang pasti, tentu tidak lagi menjadi misteri. Tetapi bagaimana mungkin sesuatu yang pasti namun sekaligus masih merupakan misteri.
Jika ditelusuri lagi maka sesungguhnya misteri itu hanya dimiliki oleh mereka yang percaya pada kehidupan setelah kematian. Bagi orang-orang yang tidak percaya pada kehidupan setelah kematian maka puncak kehidupan adalah kematian itu sendiri. Misteri itu muncul karena mereka percaya bahwa ADA KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN. Maka kematian bukan lagi sebagai puncak kehidupan tetapi hanya pintu peralihan menuju ke sebuah area kehidupan "yang lain". Inilah ranah dari misteri itu yang hanya bisa dipahami oleh IMAN saja. Sekali lagi ini pendapat saya pribadi, para pembaca sangat boleh untuk tidak setuju. Saya sangat menghargainya.
Saya tidak akan membicarakan hal-hal dibalik sebuah kematian. Tetapi saya sendiri berpikir bahwa hidup yang kita jalani sesungguhnya adalah media untuk mewujudkan pemikiran-pemikiran kita. Tidak setiap pemikiran dapat dengan mudah kita wujudkan/manifestasikan menjadi sebuah realitas. Misalnya seorang pelajar mempunyai cita-cita bekerja di Luar Negeri, sementara itu dalam perjalanan hidupnya pemikiran itu ia HIDUPI terus menerus sehingga apapun yang dia lakukan selalu mempunyai jangkauan "bagaimana caranya supaya bisa bekerja di luar negeri". Akhirnya melalui pemikiran yang ia hidupi maka berhasillah dia pada suatu masa benar-benar bisa bekerja di luar negeri.. Ini yang saya katakan bahwa manusia hidup dalam dua dunia yang sebenarnya paralel. Artinya dunia pikiran dan dunia nyata. Ada jarak antara pemikiran dan realita, ini yang sesungguhnya terjadi dan terdefinisi sebagai HIDUP.
Saat manusia dikatakan mati secara medis maka sesungguhnya bukan nyawa itu keluar dari tubuh. Tetapi itulah saat pemikiran menjadi satu dengan realita (bagi si manusia mati itu). Mengapa demikian karena ia tidak perlu berpikir lagi untuk menyatakan kehendaknya. Karena menyatunya realita dan pemikiran dalam detik yang sama hanya bisa saat manusia mati. Oleh karena itu mengapa apa yang kita pikirkan didunia juga akan terus terikat saat kita sudah mati. Mungkin juga apa yang kita imani juga akan terikat saat telah mati. Sebab saat pemikiran dan realita menjadi satu, saat itulah ia sudah tidak terikat dengan tubuh. Dan sekejap mata apa yang ia pikirkan menjadi kenyataan.
Selamat berbingung ria
Ini hanya kecamuk pikiran saya saja
