Gnostik selayang pandang

Mendengar kata ini, kita beranggapan bahwa penganut aliran ini adalah orang-orang uang tidak mempercayai Tuhan. Tetapi benarkah demikian?

Gnostik adalah suatu gerakan atau filosofi spiritual yang berkembang pada abad ke-2 Masehi, yang mengajarkan bahwa pengetahuan atau pengalaman batiniah merupakan kunci untuk mencapai keselamatan spiritual. Mereka percaya bahwa manusia memiliki keberadaan spiritual yang terpisah dari dunia materi dan bahwa untuk mencapai kesadaran spiritual, manusia harus melepaskan diri dari pengaruh dunia materi dan menemukan pengetahuan batiniah yang tersembunyi. Gnostik juga meyakini adanya sejumlah dewa atau kekuatan kosmik yang mempengaruhi kehidupan manusia, dan bahwa pemahaman tentang dewa-dewa ini adalah penting untuk mencapai keselamatan spiritual. Meskipun terdapat beragam pandangan di antara para gnostik, kebanyakan menganggap ajaran Kristen sebagai salah satu dari banyak jalan menuju keselamatan spiritual, meskipun seringkali mereka menolak ajaran Kristen ortodoks.

Beberapa tokoh penting dalam sejarah gerakan Gnostik adalah:

  1. Simon Magus: Dikatakan sebagai pendiri aliran Gnostik pertama pada abad pertama Masehi.

  2. Valentinus: Tokoh penting dalam aliran Gnostik Valentinian, yang berkembang pada abad ke-2 Masehi.

  3. Basilides: Tokoh Gnostik dari Alexandria yang hidup pada abad ke-2 Masehi, dan pengikutnya menyebarkan ajaran Gnostik ke wilayah Asia Minor dan Roma.

  4. Mani: Pendiri agama Manikheisme yang merupakan perpaduan dari Gnostik, Kristen, dan Zoroastrianisme, dan berkembang pada abad ke-3 Masehi.

  5. Marcion: Tokoh Gnostik yang kontroversial pada abad ke-2 Masehi, yang mengajarkan bahwa ajaran Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen bertentangan dengan ajaran Yesus dan harus ditolak.

Cult Branding Overview

Cult branding refers to a marketing strategy that creates a strong emotional and personal connection between a brand and its customers, similar to the devotion and loyalty seen in religious cults. The goal of cult branding is to create a loyal following of consumers who are deeply connected to the brand, its products and its values.

A cult brand is often associated with unique products and experiences that are not easily replicated, and a sense of exclusivity and belonging for its customers. Brands that have successfully cultivated a cult following have often done so by tapping into specific interests or lifestyles, and by creating a strong brand identity and narrative that resonates with their customers.

Some examples of cult brands include Apple, Harley-Davidson, and Nike, which are known for their loyal and enthusiastic customers. The cult branding approach involves creating an emotional connection with customers, building a community around the brand, and using elements of storytelling and mythology to reinforce the brand's values and personality.

It's worth noting that cult branding can also have some negative aspects. For example, it can lead to a lack of objectivity in decision making, as customers may become too emotionally attached to the brand and ignore its shortcomings. Additionally, the focus on creating a cult-like following can sometimes lead to disregard for ethical considerations, such as environmental impact or fair labor practices.

Overall, cult branding is a powerful marketing strategy that can create strong and loyal customer relationships, but it's important to be mindful of its potential downsides and to strike a balance between building a cult following and maintaining ethical business practices.


Ngurusin Iman ?

 Apakah anak-anak sekarang mengenal apa itu iman? Bahkan Tuhan saja mungkin dianggap usang oleh manusia manusia modern.  Iman itu seperti benih yang mempunyai daya hidup, kita masing-masing dicptakan sudah dibekali oleh penciptanya dengan benih tersebut.  Panca indra kita lah yang akan memberi iman tersebut makan atau nutrisi. Persoalan apakah iman tersebut akan tumbuh dengan baik atau tidak baik itu adalah menjadi masalah pribadi kita masing-masing.

Apakah kita bisa melihat Tuhan dalam perjalanan hidup kita di dunia itu semua juga tergantung pada iman yang hidup tersebut. Jikalau iman kita tidak cukup pertumbuhannya maka kita tak bisa memahami Tuhan dalam setiap aspek hidup kita. Pertumbuhan fisik manusia tidak linier dengan pertumbuhan imannya.  Puncak pertumbuhan iman kita adalah pada PENCERAHAN yang diberikan oleh Tuhan pada setiap manusia.  Tidak setiap orang bisa mencapai tahap pencerahan tersebut. Ada banyak pemahaman tentang pencerahan, ada yang menganggap terlepasnya sekat yang membatasi antara manusia dan Tuhan atau menyatunya diri ini dengan Tuhan, ada juga yang mendefinisikan sebagai menyatunya manusia dengan Tuhan dan sebagainya.

MALIOBORO MAL DUA PINTU?

 Dalam beberapa hari sekitar tanggal tanggal awal Oktober 2022 barangkali para pengunjung dibingungkan dengan adanya penyekatan area dalam Malioboro mal Jogjakarta yang berakibat pengunjung menjadi kerepotan dalam mengakses seluruh bagian mal.  Sebab pintu masuk mal terbagi menjadi dua. Ini yang tidak diketahui oleh banyak orang. Pintu masuk utama yang dari arah masuk Jalan Malioboro (pintu barat), tetapi ada pintu lain yang bisa di akses yaitu melalui jalan Perwakilan. Kedua pintu tersebut mengakses area yang berbeda. Jika anda masuk melalui pintu utama maka daerahnya terbatas, demikian juga jika mengakses dari Jalan perwakilan akses nya juga terbatas. Artinya MAL TERSEBUT TERBAGI MENJADI DUA. Saya tidak tahu apakah kebijakan tersebut akan dilanjutkan sampai selama-lamanya, atau hanya sementara saja.  Kalau selama-lamanya tentu akan membuat tenant di Malioboro mal mengalami penurunan omset penjualan sebagai akibat keterbatasan akses pengunjungnya.  Semoga hal tersebut bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan publik.