EUFORIA PAWAI MOTOR


Masih sering kita jumpai orang-orang yang melakukan konvoi di jalan raya dengan memakai sepeda motor. Bukan sepeda motor yang biasa, namun sepeda motor dengan knalpot yang diblombong atau dibuat sedemikian rupa sehingga suaranya memekakkan telinga.

Hal demikian dilakukan dalam rangka kampanye partai politik, ungkapan rasa senang berlebihan pada klub entah sepakbola ( biasanya ini ) yang mengalami kemenangan. Jika klub bola pujaannya menang maka supporter ini akan arak-arakan di jalan dengan membawa bendera sambil tidak tertib di jalan raya yang terus terang mengganggu pemakai jalan.  Selain berisik tetapi juga membahayakan orang lain dan diri sendiri karena mereka biasa tidak memakai helm dan melanggar marka jalan. Jika bertemu dengan kelompok ini sebaiknya minggir saja daripada dipukul, karena mereka biasa membawa tiang bendera klub bola pujaannya. 

Tetapi yang saya herankan, berpuluh-puluh tahun seolah-olah kebiasaan ini diturunkan turun temurun. Karena saya yakin pelakunya adalah anak-anak muda. Padahal yang kayak begini sudah terjadi semenjak puluhan tahun yang lalu. Puluhan tahun melakukan hal yang sama untuk menyikapi hal tertentu, apakah mereka tidak berpikir secara kritis apa sih manfaat riilnya?  Itu yang saya herankan. 

KOK MENGANTUK SEHABIS MAKAN?

 


Seringkali kita mengalami kantuk seusai makan, terutama makan siang? Apakah ini sebuah kebiasaan saja atau ada sesuatu yang perlu diperhatikan dalam kesehatan kita?

Bisa jadi ini adalah sebuah "Glucose spike" arau lonjakan gula darah yang terjadi akibat kita mengkonsumsi makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah.  Mari kita lihat penjelasan tentang Glucose Spike

Glucose spike, atau lonjakan gula darah setelah makan, bisa menyebabkan rasa mengantuk karena beberapa alasan utama:

  1. Respon Insulin dan Penurunan Gula Darah
    Saat kadar gula darah naik tajam, pankreas melepaskan insulin untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa. Jika lonjakan ini terlalu tinggi, tubuh bisa merespons dengan memproduksi lebih banyak insulin, yang akhirnya menyebabkan kadar gula darah turun drastis (reaksi hipoglikemik ringan). Penurunan ini bisa menyebabkan rasa lemas dan mengantuk.

  2. Efek Hormon (Serotonin dan Melatonin)
    Makanan tinggi karbohidrat sederhana (misalnya nasi putih, roti, atau gula) dapat meningkatkan kadar triptofan dalam darah. Triptofan ini digunakan tubuh untuk membuat serotonin, yang kemudian bisa dikonversi menjadi melatonin—hormon yang mengatur tidur. Peningkatan serotonin dan melatonin dapat membuat seseorang merasa lebih mengantuk.

  3. Redistribusi Aliran Darah
    Setelah makan besar, terutama yang tinggi karbohidrat dan lemak, tubuh mengalihkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk membantu mencerna makanan. Hal ini bisa mengurangi aliran darah ke otak, yang bisa menyebabkan rasa kantuk.

  4. Perubahan Neurotransmitter di Otak
    Glukosa memengaruhi neurotransmitter seperti orexin, yang berperan dalam menjaga kewaspadaan. Lonjakan glukosa yang tinggi bisa menekan aktivitas orexin, menyebabkan rasa kantuk.

Jika sering mengalami kantuk setelah makan, cobalah untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik lebih rendah, seperti protein, serat, dan lemak sehat, yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.


BERAT BADAN DAN TEKANAN DARAH


Ketika kita berjumpa dengan orang gemuk, sering dinasihatkan agar menguruskan badan atau menurunkan berat badan sebab katanya bisa menurunkan tekanan darah juga. Tapi apa relasinya antara penurunan berat badan dan penurunan tekanan darah?  

Saya jadi bertanya-tanya mekanisme nya seperti apa seih.  Berikut ulasannya, semoga membantu menyadarkan kita semua yang punya berat badan berlebuh atau lingkar pinggang yang besar.

Penurunan berat badan memiliki hubungan langsung dengan penurunan tekanan darah, yang telah didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Berikut adalah beberapa mekanisme utama yang menjelaskan hubungan tersebut:

1. Penurunan Resistensi Insulin

  • Kelebihan berat badan, terutama obesitas, sering dikaitkan dengan resistensi insulin, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah.
  • Insulin yang tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis dan menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah), yang meningkatkan tekanan darah.
  • Dengan menurunkan berat badan, sensitivitas insulin meningkat, sehingga kadar insulin dalam darah menurun dan tekanan darah berkurang.

2. Penurunan Volume Plasma dan Beban Jantung

  • Berat badan yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan volume darah karena tubuh harus mengedarkan lebih banyak darah untuk memasok oksigen ke jaringan yang lebih besar.
  • Volume darah yang lebih tinggi meningkatkan tekanan pada dinding arteri, sehingga menaikkan tekanan darah.
  • Ketika seseorang menurunkan berat badan, volume darah menurun, mengurangi beban kerja jantung dan tekanan pada arteri.

3. Penurunan Aktivitas Sistem Saraf Simpatis

  • Obesitas dikaitkan dengan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, yang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan vasokonstriksi.
  • Penurunan berat badan membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, sehingga pembuluh darah lebih rileks dan tekanan darah menurun.

4. Pengurangan Aktivitas Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (RAAS)

  • RAAS adalah sistem hormonal yang berperan dalam mengatur tekanan darah.
  • Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan peningkatan aktivitas RAAS, yang menyebabkan retensi natrium dan air serta vasokonstriksi.
  • Penurunan berat badan mengurangi aktivitas RAAS, sehingga tekanan darah cenderung menurun.

5. Penurunan Peradangan dan Stres Oksidatif

  • Obesitas menyebabkan peningkatan kadar sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6, yang berkontribusi pada disfungsi endotel dan hipertensi.
  • Dengan menurunkan berat badan, kadar peradangan dalam tubuh menurun, memperbaiki fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Seberapa Signifikan Penurunan Berat Badan terhadap Tekanan Darah?

  • Studi menunjukkan bahwa kehilangan sekitar 5–10% dari berat badan dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 5–20 mmHg dan tekanan darah diastolik sekitar 2–10 mmHg.
  • Penurunan 1 kg berat badan umumnya dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sekitar 1 mmHg.

Kesimpulan

Penurunan berat badan memiliki efek positif terhadap tekanan darah dengan berbagai mekanisme, termasuk peningkatan sensitivitas insulin, penurunan volume darah, pengurangan aktivitas sistem saraf simpatis dan RAAS, serta penurunan peradangan. Oleh karena itu, bagi individu dengan tekanan darah tinggi atau prehipertensi, menjaga berat badan ideal merupakan strategi efektif untuk mengontrol tekanan darah secara alami.

BERSIH BERSIH AREA UMUM DIBAYAR?

Beberpa hari ini saya melihat sebuah kanal Youtube yang berisi vidio tentang orang-orang yang membersihkan rumah, area publik dan sangat berantusias sekali. Kebetulan yang saya saksikan itu adalah kejadian di Amerika dimana seorang lelaki muda dengan mobil Ford mentereng dan peralatan lengkap, melakukan proses pembersihan area-area outdoor rumah. Rmah yang mereka bersihkan adalah rumah yang kadang berpenghuni namun tidak terawat.  Rumah tidak terawat ini akibat dari si pemilik yang tidak ada dana, atau alasan kesehatan sehingga mereka tak mampu membersihkan areanya sendiri.

Nah si lelaki ini melakukan tugasnya dengan tidak menarik biaya sepeserpun. Dengan alat gergaji mesin, pemotong rumput, peniup/blower untuk daun, sapu sapu, dan sebagainya dapat membersihkan secara lebih cepat.  

Ada keuntungan yang bisa diperoleh nya selain penonton yang banyak maka tentu uang hasil adsense nya pun pasti lumayan. Hal tersebut juga dilakukan oleh Youtuber di Inggris dan Vietnam juga.  Namun saya belum melihat di Indonesia.  Atau mungkin sudah ada namun saya kurang update?

Berikut saya sampaikan contoh videonya. SEMOGA MENGINSPIRASI ANDA SEMUA

https://www.youtube.com/watch?v=VdhtBlowhi0