KASIR DAN KOPI CELUP YANG TERLUPAKAN

Saya cukup terkejut ketika pada suatu siang saat saya berbelanja di Superindo Jl. Parangritis Yogya. Pasalnya saat saya membayar barang belanjaan di Kasir, mbak Kasir menegur saya:”Pak ngga jadi ambil kopinya?” Memang kemaren saya baru saja membeli kopi drip dari Brand Esvenco, saat itu saya ditawari untuk mencoba Kopi Kapal Api Celup yang baru saja dipromosikan di Superindo dengan harga khusus. Saya menolaknya karena saya pikir nanti setelah kopi ini habis, barulah saya akan mencoba kopi kapal api celup tersebut.


Ehh ternyata keesokan harinya, saya berbelanja lagi karena ada barang yang mendadak saya perlukan yaitu fillet ikan tilapia, itu saja. Eh ternyata si kasir masih mengingat saya, kemudian Kembali “mendesak” menawarkan kopi kapal api celup lagi. Dan akhirnya saya pun membelinya satu box berisi 5 sachet.

Saya masih menduga-duga peristiwa itu, apakah memang Kasir Superindo diberi SOP untuk menawarkan produk-produk promo sebagaimana mereka juga menawarkan produk Tebus Murahnya di saat konsumen membayar di kasir? Atau memang inisiatif mereka sendiri untuk menawarkan produk promo dengan harga khusus tersebut, Kopi Kapal Api celup satu box harga normal Adalah 20.990 sementara harga promo nya hanya Rp 16.000 per box isi 5 sachet. Saya masih percaya bahwa yang terakhirlah yang sebenarnya terjadi. Tetapi menurut saya si kasir cukup punya daya ingat yang bagus terhadap konsumennya. Sebab ia menegur saya dengan kalimat,”Bapak kemarin yang membeli kopi bukan?”. Atau bisa juga dia melihat belanjaan saya kemaren melalui layer monitor yang mungkin saja sudah disiapkan oleh system.

Tetapi ngomong-omong Kopi Drip dari Brand Esvenco sungguh nikmat rasanya, kopi tersebut dalam 1 bag berisi 10 gram ( sementara Kopi kapal api celup hanya 8 gram per bag ). Saya selalu memilih kopi drip jika ngopi karena saya akan merobek bag nya lalu menaruhnya pada filter kopi dan kemudian memprosesnya dengan V60. Tentu dengan mencampurnya dengan Susu sedikit dari produk Savoria Milk Life serta melengkapi rasa manisnya denga Stevia Beeru cair yang bisa diperoleh di apotek K24. Serbuk kopi yang dipergunakan dalam kopi drip Adalah serbuk kopi dengan gilingan kasar sehingga Ketika diproses dengan metode V60 masih bisa, berbeda dengan kopi kapal api yang tubruk atau kopi apapun yang dipakai untuk kopi tubruk pasti akan digiling super halus dengan tujuan agar kopi minim ampas saat dikonsumsi. Cobain ya saran saya……

Mal terbesar di Semarang

 Hari kamis saat libur Idul Adha Indonesia tanggal 27 Mei 2026, saya menyempatkan diri pergi ke Semarang yang saat ini dikabarkan sedang punya mal terbesar di Jawa Tengah (?) . Yah mungkin saja, karena saya melihat pengembang mal ini cukup besar. Nama lengkap mall itu adalah 23 semarang shopping centre dengan pengembang PT Indonesian Paradise Property bekerja sama dengan BINUS.  Memang lokasinya ada di area tersendiri di semarang bagian barat. Menempati lahan seluas 65.000 meter persegi duuuh luas banget deh. Mall ini mengusung konsep Lifestyle retail dengan mengkombinasikan ruang tertutup dengan ruang terbuka hijau. jadi ada beberapa bagian mall yang dibuat garden/taman sehingga pengunjung tidak harus nongkrong di dalam mall saat ingin duduk-duduk. Kita bisa duduk di luar sambil menikmati udara alami nan sejuk atau panas untuk saat ini tanpa harus kedinginan.

Untuk lokasi parkirnya saya melihat mungkin belum terbangun semuanya ya, mobil-mobil parkir di ruang terbuka tanpa atap, sehingga cukup panas jika siang hari. Saat saya berkunjung ke sana pansa mencapai 32 derajat celcius.  Mungkin saya belum menemukan lokasi parkir indoor atau mungkin memang tidak ada ya?

Sebagian besar tenant-tenant nya belum buka, karena memang masih soft opening pada 23 Mei 2026, tanggalnya di pas kan dengan nama mall nya yang memakai angka "23". Tapi yakin ini tidak sama dengan outlet 23. Tetapi (developernya) sama dengan Pasir Kaliki 23 bandung, sama dengan Beach Walk Bali..  Tenant yang terkenal cukup banyak: Hero supermarket, Azko, Asics sepatu, Tas Lojel, Tas Thule, Sport Station dll. Di food court nya juga tersedia macam-macam makanan Bakso Afung juga ada.

Oh ya sinyal handphone di sana sangat lemah atau bahkan mati, tetapi mall menyediakan sinyal wifi grats di dalam gedung sehingga kita tetap bisa terhubung dengan dunia luar seandainya harus bertelepon atau komunikasi lewat whatsapp atau media sosial.

Silakan mampir kalau sedang ke Semarang. Menurut saya kalau sudah buka semua gerainya, wuaah sangat-sangat besar deh




Sederet nama

 Tetiba saya teringat wanita-wanita yang menjadi sahabat almarhumah Ibu saya. Sahabat-sahabat ibu saya kebanyakan adalah wanita-wanita single ( tidak berkeluarga ), entah mengapa bisa demikian. Padahal ibu saya tergolong angkatan baby boomers tetapi menurut saya, banyak juga di lingkarannya tante-tante yang tidak menikah. Saya memanggil temen-teman ibu saya dengan tante. Mereka semua kebanyakan bermukim di Jogja, mereka sering mengajak saya jalan-jalan ketika saya ke Jogja bersama ibu, ibarat sudah seperti keponakan mereka. Waktu itu saya masih kecil, usia 6 tahunan. Beberapa nama yang saya ingat adalah Lie Hong Nio, Tante Mari, Tante Bo Tan, Tante Pin, Tante An Lie, tante Jing Nio,  mungkin masih banyak lagi tetapi saya tak bisa mengingatnya. Relasi persahabatan mereka sangat dekat, sudah seperti saudara sendiri. Saya pastikan sebagian besar teman teman ibu saya itu sudah pada wafat. Kalau masih hidup maka ibu saya berusia 91 tahun.  Jadi sekalipun saya menulis nama-nama di blog ini saya tidak yakin ada kerabatnya yang membaca tulisan ini. Sebab mereka rata-rata tidak menikah. 

PERGUMULAN DALAM DOA (sebuah perenungan pribadi)

Hari Sabtu pagi, 7 Maret 2026, saya mengahdiri Doa Pagi di GKI Ngupasan. Tema yang diangkat adalah tentang pergumulan. Ayat yang dibahas berasal dari Kejadian 32:22-32 yang menceritakan tentang Pergumulan Yakub dengan Allah.  Pembawa renungan adalah Pendeta Shirley Dewi Indrawati.  Tentu makna pergumulan yang diaktualisasi pada masa sekarang dan untuk umat adalah soal pergumulan hidup tentunya yang berkaitan dengan pergumulan doa-doa kita.  Ayat kunci nya ada di Kejadian 32:24 "Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing"

Ayat ini diberi pemaknaan tentang bagaimana kita bergumul bersama Tuhan menghadapi permasalahan kehidupan kita pribadi.  Kita tidak menghadapi masalah seorang diri, sebab di sana ada Tuhan yang "bergumul" bersama kita. Bahkan sampai fajar menyingsing, semalam-malaman Yakub tidak seorang diri tetapi bersama dengan Tuhan.

Dalam menghadapi permasalahan hidup bukankah seringkali kita lebih mengutamakan memakai akal budi kita, tentu ini tidak salah, karena akal budi pun adalah karya besar Allah yang diberikan kepada manusia sehingga ia mampu menyelesaikan berbagai masalah, ia mampu menciptakan berbagai karya yang hebat, penemuan-penemuan yang memberi manfaat bagi sesama dan dunia. Namun diatas itu semua adalah Tuhan yang menciptakan kita. Tentu menemuiNya dalam kesulitan-kesulitan kita adalah hal yang sangat wajar, kita bertemu dengan Sang Kreator itu sendiri.  Saya juga kemudian teringat satu bagian di Perjanjian Baru yang menceritakan bagaimana tentang Doa, yaitu di Matius 6:6 "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" Disini saya melihat kesamaan antara kedua ayat di atas, yaitu saat kita menghadap Tuhan dalam doa pergumulan kita, kita ini tidak sendiri. tetapi bertemu bahkan bergumul dengan Tuhan. Permasalahan-permasalah sulit kadang kita sembunyikan baik-baik, kadang kita tidak mau merepotkan anak, isteri, saudara, orang tua, teman. Hanya kita sendiri yang tahu, inilah saat dimana kita bergumul dalam kondisi paling berat. Tetapi percayalah bahwa Tuhan menolong kita, bahkan di saat kesendirian itu sedang menghampiri kita.   Jangan pernah takut, jangan pernah gentar. Kita memilikki Allah yang hidup dan peduli.

Selamat Pagi, selamat merenungkan firman Tuhan

MENGAPA RABU ABU?

 Sebagai penganut Protestan saya belum terlalu "lama" mengenal ibadah rabu Abu yang diselenggarakan di gereja kristen, gereja saya  adalah aliran Presbyterian ( GKI ). Apalagi ada acara penorehan simbol abu di dahi.  Saya seringkali hanya melihat orang-orang pada flexing di media sosial dengan dahinya yang sudah tertoreh abu dalam bentuk lambang salib.  Dalam hati, saya bertanya apakah simbol rabu abu ini hanya sekedar sarana pamer rohani atau memang ada maknanya.  Namun saya melihat bahwa dalam agama katolik rabu Abu sudah dilakukan lama sekali di gereja pada saat memasuki awal Paskah.  Tetapi di gereja-gereja Protestan tidak serta merta melakukannya. Kalau saya tidak salah lihat, gereja-gereja Pantekosta kebanyakan tidak melakukan ibadah rabu abu ini ( maaf kalau saya salah mengatakannya ).

Ada beberapa poin penting sehubungan dengan Rabu Abu

  • Abu melambangkan pertobatan dan kefanaan manusia. Kita bisa merujuk pada Kejadian 3:19 "Engkau debu dan akan kembali menjadi debu"
  • Abu biasanya dibuat dari daun palma Minggu Palma tahun sebelumnya ( tradisi Katolik )
  • Tradisi ini mengawali masa Prapaskah selama 40 hari menuju Paskah.
  • Selama berabad-abad tradisi ini menjadi bagian liturgi Gereja Katolik dan juga Anglikan serta Lutheran tertentu.
Pada mulanya gereja Protestan tidak merayakan Rabu Abu
  • Pada masa reformasi abad ke-16 tokoh gereja seperti Martin Luther dan John calvin tidak sepenuhnya menolak kalender gerejawi.
  • Namun banyak gereja Protestan kemudian menjauh dari ritual yang dianggap "terlalu katolik" atau yang secara eksplisit tidak diperintahkan Alkitab.
  • Akibatnya, Rabu Abu tidak menjadi praktik umum di gereja-gereja Reformasi, terutama di tradisi Reformed dan Evangelikal
  • Sementara yang masih mempertahankan kalender liturgi adalah gereja Anglican dan Lutheran
Kapan gereja protestan secara intens merayakan Rabu Abu?
  • Peningkatan secara signifikan terjadi sekitar tahun 1970-1990, abad ke-20 akhir
  • Faktor pendorongnya adalah Gerakan Liturgical Renewal. Banyak gereja Protestan mulai menemukan kembali praktik gereja mula-mula.
  • Gerakan ekumenis.  Setelah Konsili vatikan II (1962-1965) relasi Katolik-Protestan membaik dan dialog teologis meningkat.
  • Kebutuhan spiritualitas yang lebih simbolik.  Banyak jemaat gereja Protestan modern merasa bahwa ibadah mereka terlalu kognitif dan merindukan simbol pertobatan yang lebih konkrit.
Pada situasi sekarang ini terutama di Indonesia gereja Lutheran dan Anglican sudah lama merayakan, kemudian sejak 1990 hingga 2000 an gereja reformed tertentu, gereja methodist bahkan sebagian gereja injili dan noin denominasi juga sudah merayakannya.  Meskipun penyelenggaraan nya tidaklah seragam, artinya ada juga yang tanpa penorehan abu.

Secara teologis bagaimana?

Bagi gereja protestan yang menyelenggarakan maka ada catatan penting :
  • Bahwa abu bukanlah sakramen
  • Penorehan abu tidak dianggap memberi "rahmat khusus"
  • Abu hanyalah simbol pertobatan dan pengingat kefanaan
Jadi lebih bersifat sebagai praktik spiritual saja dan bukanlah sebuah kewajiban

Semoga tulisan sederhana ini melengkapi wawasan dan pemahaman umat Kristen. 

BENARKAH DOA ITU DIDENGAR OLEH TUHAN?

 Saya menulis ini bukan dengan maksud tidak percaya atas keberadaan Tuhan, tetapi ini adalah bagian dari perenungan saya secara internal perihal doa.  Tentu sudut pandang saya sangat dipengaruhi oleh kekristenan sebagai agama yang saya kenal semenjak kecil.

Banyak orang berdoa dengan tujuan-tujuan tertentu dan banyak pula yang "tidak dikabulkan".  Pengertian tidak dikabulkan diberikan ketika apa yang kita minta tidak diberi.  Persis seperti ketika seorang anak meminta uang atau mainan kepada orang tuanya, lalu orang tuanya menolak permintaan itu. Kemudian si anak mempunyai pemahaman bahwa permintaannya ditolak atau tidak dikabulkan. Demikian juga dengan doa.

Pada kondisi-kondisi tertentu ummat Kristen berdoa dengan membuat perjanjian bersama-sama dengan temannya. Misalkan ada seorang jemaat gereja yang sakit, lalu jemaat yang sehat mendoakan mereka dengan jadwal jam-jam tertentu mereka akan berdoa bersama-sama di tempat masing-masing. Saya tidak tahu pemahaman ini berasal darimana? Apakah semakin banyak orang yang berteriak melalui doa kemudian Tuhan akan "lebih mendengar"? Tindakan ini seolah-olah menganggap Tuhan tuli sehingga perlu teriakan banyak orang supaya ia mendengar.  Padahal Yesus pernah menasihatkan jika kamu berdoa masuklah ke dalam kamarmu, jadi doa adalah sesuatu yang tidak di ekspose diluaran sehingga orang harus melihat. tetapi masuk dalam kamar, itu masuk ke dalam pribadimu. Jumpailah dirimu dalam keheningan, dalam ketenangan, jumpailah Tuhanmu bukan dalam hingar bingar.

Adalagi kisah orang atau pendoa atau pendeta yang dianggap sangat manuur doanya.  Jika orang sakit didoakan olehnya pastilah sembuh. Jika orang sekarat didoakan dia, pastilah meninggal. Jika seseorang dalam masalah besar didoakan dia pastilah masalahnya tuntas. Seolah-olah hanya sang pendetalah yang doanya didengarkan oleh Tuhan. Kita jadi perlu perantara lagi dalam diri si pendeta.

Bagi saya pribadi, berdoa itu seperti menjumpai diri kita terdalam. Core kita. Inti dari manusia kita.  Selama kita belum bertemu dengan diri ini maka doa kita hanyalah kata-kata belaka yang tidak ada kuasanya.  Persoalan KUASA doa itu adalah seberapa besar kita mampu menggerakkan doa-doa yang kita panjatkan. Dengan berdoa sesungguhnya kita sedang berbicara terhadap diri kita sendiri. Dan seberapa jauh kita menjadi pelaku atas apa yang kita doakan, itu akan mempengaruhi "terjawabnya" doamu.

Berdoa itu mengemukakan apa yang menjadi keluh kesah dan kesusahan hati kita, bukan supaya Tuhan mengasihani kita. tetapi lebih supaya memberi trigger agar kita melakukan sesuatu yang punya kontribusi positip atas apa yang kita doakan. Kekuatan atas kepercayaan itulah yang disebut dengan iman. Jika begitu besar dan kuat maka tentu akan terus membakar dan mendorong kita berbuat yang lebih berani tanpa lagi mempertimbangkan apakah itu akan berhasil atau tidak. Saat itulah mereka perlu menyadari bahwa dia kan sudah BERDOA. Bentuk kesadaran ini yang tidak muncul. Lalu orang masih bertindak dengan ragu-ragu. Inilah maka ada ungkapan Berdoa dan Bekerja. Sehingga semua harus berjalan secara sinkron. Mengerjakan yang kita doakan dan mendoakan yang kita kerjakan.

Tidak seorangpun berhak menklaim bahwa doanya dikabulkan? Karena memang tidak ada bukti empiris yang bisa membuktikannya. Doa bukan sebuah kumpulan proposal yang diajukan di hadapan CEO untuk dimintakan persetujuan dan kemudian dananya cair.

Kolesterol naik di usia 50 tahun ke atas

 Sering saya bertanya-tanya tentang apa sih penyebab orang orang tua kebanyakan menderita penyakit kolesterol? Ternyata ada banyak faktor penyebabnya. Buat mereka yang belum mencapai usia itu sebaiknya jangan menyepelekan hal tersebut. mari kita jelaskan secara sederhana

Pada usia 50 tahun ke atas, kenaikan kolesterol memang lebih sering terjadi, dan ini bukan semata karena pola makan, tetapi kombinasi perubahan biologis, hormonal, dan gaya hidup. Berikut penjelasan runtutnya, Mas:


1. Metabolisme Lemak Melambat

Seiring bertambahnya usia:

  • Hati menjadi kurang efisien membersihkan LDL (kolesterol jahat) dari darah

  • Aktivitas enzim pemecah lemak menurun

Akibatnya:
➡️ LDL lebih lama beredar di darah → kadar kolesterol naik meski makan “biasa saja”.


2. Penurunan Hormon Protektif

🔹 Pada pria:

  • Testosteron menurun → metabolisme lemak melambat

🔹 Pada wanita:

  • Setelah menopause, estrogen turun

  • Estrogen berfungsi menaikkan HDL (kolesterol baik) dan menekan LDL

Akibatnya:
➡️ Setelah usia ±50 tahun, LDL cenderung naik, HDL turun


3. Massa Otot Berkurang (Sarcopenia)

Usia lanjut → otot berkurang → pembakaran energi turun

Padahal:

  • Otot adalah “mesin pembakar” lemak

Akibat:
➡️ Lemak lebih mudah menumpuk
➡️ Trigliserida dan kolesterol naik


4. Aktivitas Fisik Menurun

Fakta lapangan:

  • Usia 50+ cenderung kurang bergerak

  • Lebih banyak duduk, aktivitas ringan

Dampak:

  • HDL tidak terstimulasi

  • LDL tidak termetabolisme optimal

➡️ Profil lipid memburuk


5. Resistensi Insulin Meningkat

Dengan usia:

  • Sel menjadi kurang sensitif terhadap insulin

Efeknya:

  • Hati memproduksi lebih banyak VLDL

  • Trigliserida naik

  • LDL menjadi lebih kecil & lebih berbahaya (small dense LDL)

➡️ Risiko aterosklerosis meningkat


6. Fungsi Tiroid Bisa Menurun (Subklinis)

Pada usia lanjut:

  • Hipotiroid ringan sering tidak terdeteksi

  • Hormon tiroid berperan besar dalam metabolisme lemak

Jika turun:
➡️ LDL naik tanpa sebab jelas


7. Faktor Akumulasi Gaya Hidup Puluhan Tahun

Kolesterol tinggi sering bukan akibat 1–2 tahun, tetapi:

  • Akumulasi pola makan

  • Kurang olahraga

  • Stres kronis

  • Kurang tidur

➡️ Baru “muncul” di usia 50-an


Kesimpulan Sederhana

Kolesterol naik di usia 50+ adalah hasil kombinasi penuaan biologis + perubahan hormon + penurunan aktivitas + akumulasi gaya hidup, bukan karena “salah makan saja”.


Catatan Penting

Karena faktor usia tidak bisa diubah, fokus pengendalian kolesterol usia 50+ sebaiknya pada:

  • Pola makan anti-inflamasi

  • Olahraga kardio + latihan otot

  • Tidur & manajemen stres

  • Evaluasi berkala (lipid profile, gula darah, TSH)

Semoga tulisan sederhana ini setidaknya memotivasi kita untuk lebih berhati-hati menjalani hidup

DEXAMETHASON obat apa sih?

 Kemaren temen saya bertanya tentang obat Dexamethason, obat apa sih? Karena ia memperoleh obat tersebut saat berobat ke Klinik dokter BPJS nya. Keluhannya tenggorokan sakit saat menelan, lalu diberilah dia obat tersebut dan paracetamol. Dan bertanyalah dia padaku, seperti biasa aku tanya lagi kepada asistenku ha ha ha. Dan inilah jawaban dia.

Dexamethasone adalah obat kortikosteroid sintetis yang memiliki fungsi utama sebagai antiinflamasi (anti-peradangan), imunosupresan (penekan sistem imun), dan anti-alergi.
Berikut penjelasan lengkapnya 👇


🧠 1. Fungsi Utama Dexamethasone

  1. Mengurangi peradangan
    → Menekan reaksi peradangan pada berbagai kondisi seperti radang sendi (arthritis), lupus, asma, bronkitis kronis, dan penyakit autoimun.
    Mekanismenya dengan menurunkan produksi zat kimia tubuh (seperti prostaglandin dan leukotrien) yang menyebabkan peradangan.

  2. Menekan reaksi alergi berlebihan
    → Diberikan pada kasus alergi berat seperti anafilaksis, ruam alergi, atau pembengkakan akibat reaksi obat.

  3. Menekan sistem imun (imunosupresif)
    → Berguna pada pasien transplantasi organ atau penyakit autoimun untuk mencegah sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri.

  4. Mengatasi gangguan kelenjar adrenal (insufisiensi adrenal)
    → Sebagai pengganti hormon kortisol alami yang kurang diproduksi tubuh.

  5. Mengurangi pembengkakan otak (edema serebri)
    → Digunakan pada kasus tumor otak, cedera kepala, atau pembedahan otak untuk menurunkan tekanan intrakranial.

  6. Sebagai terapi tambahan pada kanker tertentu
    → Misalnya leukemia, limfoma, atau multiple myeloma — membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki nafsu makan.

  7. Dalam penanganan COVID-19 berat
    → Dexamethasone terbukti menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen atau ventilator, karena menekan reaksi imun berlebihan (cytokine storm).


⚠️ Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Pemakaian jangka panjang atau dosis tinggi dapat menimbulkan:

  • Naiknya gula darah (bisa memicu diabetes)

  • Penurunan daya tahan tubuh

  • Gangguan lambung (ulkus)

  • Pembengkakan wajah (“moon face”)

  • Osteoporosis

  • Gangguan tidur, mood swing, atau depresi

  • Penurunan fungsi adrenal bila dihentikan mendadak


💊 Catatan Penting

  • Hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

  • Dosis dan lama penggunaan sangat tergantung kondisi medis pasien.

  • Jangan menghentikan secara mendadak tanpa arahan medis karena bisa menimbulkan krisis adrenal.


ULANG TAHUN LANSIA, BUKAN SOAL SEBERAPA TUA

Lencana

Saat tulisan ini dibuat usia saya sudah mendekati 60 tahun.  ide itu muncul manakala  saya sedang membereskan arsip-arsip lama dari almarhum ayah saya yang sudah wafat 12 tahun yang lalu.  Ada banyak foto-foto lama yang memperlihatkan nenek saya sedang merayakan ulang tahunnya, ada acara makan bersama anak, cucu dan menantu. Dan tentu tidak lupa berfoto didepan kue ulang tahun model jadul. Serius foto itu adalah foto hitam putih karya tahun 1975. Kalau dihitung sudah berusia 50 tahun, tetapi masih tajam tidak luntur sama sekali, jelas tertera di belakang foto 4R itu tulisan dengan bolpoint biru.   Ternyata sudah lama sekali foto itu tertumpuk di arsip-arsip dokumen dan segala kawannya.  

Saya kemudian mengingat ingat masa itu sekuat tenaga pikiran saya. Dan saya mengingat bahwa nenek saya selalu merayakan ulang tahun nya dibarengkan dengan saya. Tentu ini hanya seingat saya yang waktu itu baru berusia 7 atau 8 tahun.  Perayaan ulang tahun bagi orang lanjut usia memang lazim dilakukan seolah untuk menandai tercapainya nilai usia tertentu. 

Ada beberapa catatan kecil saya tentang seberapa penting sih ulang tahun bagi para lanjut usia?

Pengakuan atas Kelangsungan Hidup dan Pencapaian

Hal pertama yang menurut saya penting, setelah saya mencapai usia lebih dari setengah abad ini adalah bahwa ulang tahun bagi mereka yang lanjut usia adalah jauh lebih dari sekadar penambahan angka; ini adalah proklamasi kemenangan atas berbagai rintangan kehidupan.

 Simbol Ketahanan dan Umur Panjang (Longevity):

  • Bukan Sekadar Angka: Di usia senja, setiap tahun yang dirayakan adalah bukti fisik dan mental dari ketahanan (resilience) seseorang. Mereka telah berhasil melewati krisis kesehatan, perubahan sosial yang besar, kesulitan ekonomi, dan duka.

  • "Survival Badge": Ulang tahun berfungsi sebagai "lencana kehormatan" atau medali yang menegaskan bahwa mereka adalah penyintas (survivor). Ini memberikan rasa bangga yang mendalam karena telah diberikan umur panjang, sebuah berkat yang tidak dimiliki semua orang.

Validasi Warisan dan Kerja Keras :

  • Momen Akumulasi: Perayaan ini secara implisit mengakui seluruh pencapaian hidup yang telah mereka raih. Ini mencakup peran mereka sebagai orang tua atau kakek-nenek, kontribusi mereka dalam karier atau komunitas, dan nilai-nilai yang telah mereka tanamkan.

  • Penghormatan terhadap Perjalanan: Ulang tahun adalah kesempatan bagi keluarga dan teman untuk secara formal menghormati seluruh perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan kerja keras, menegaskan bahwa hidup mereka memiliki makna dan dampak yang berkelanjutan.

Jembatan antara Masa Lalu dan Masa Depan:

  • Pernyataan Kontinuitas: Merayakan ulang tahun adalah penegasan bahwa mereka masih ada dan relevan. Ini bukan hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menegaskan harapan dan niat baik untuk waktu yang tersisa.

Saya masih ingin melanjutkan tulisan ini, tunggu yaa...

BELAJAR KETRAMPILAN BARU hanya 20 JAM SAJA?

 

JOSH KAUFMAN

Belakangan rame di media sosial buku tulisan Josh Kaufman yang berjudul "The First 20 hours: How to learn anything Fast". Konon buku ini mengupas trik bagaimana belajar segala sesuatu hanya dalam waktu 20 jam saja, tidak perlu sampai ribuan jam.  Mari kita kupas ringkasannya yaa... supaya para pembaca punya kerangka berpikir sebelum bener-bener membaca bukunya. Inilah hidangan pembuka yang memberi hasrat untuk makan, makanan utamanya.

Buku ini menjelaskan bagaimana kita bisa mempelajari keterampilan baru dengan cepat, terutama di 20 jam pertama proses belajar. Kaufman menekankan bahwa kita tidak perlu menjadi ahli (expert), tetapi cukup untuk menjadi good enough dalam waktu relatif singkat jika menggunakan strategi belajar yang tepat.

5 Prinsip

Josh Kaufman menawarkan lima langkah inti untuk belajar keterampilan baru secara efektif:

  1. Pilih keterampilan yang ingin dipelajari
    Fokus pada satu keterampilan yang benar-benar penting atau menarik.

  2. Uraikan keterampilan menjadi bagian-bagian kecil
    Pecah keterampilan menjadi sub-keterampilan. Fokus pada bagian yang paling berdampak besar terlebih dahulu.

  3. Hilangkan hambatan yang mengganggu latihan
    Kurangi distraksi, atur lingkungan agar mendukung fokus, dan hilangkan rasa takut salah.

  4. Belajar cukup untuk bisa berlatih sendiri
    Gunakan sumber belajar (buku, kursus, video) secukupnya, jangan sampai terjebak hanya mengumpulkan informasi tanpa praktik.

  5. Berlatih dengan sengaja setidaknya 20 jam
    Latihan harus konsisten, fokus, dan terarah, bukan sekadar mengulang tanpa tujuan.


10 Prinsip

10 Prinsip Umum Belajar Efektif

Selain lima langkah inti, Kaufman juga menyebutkan 10 prinsip seperti dibawah :

  1.    Fokus pada keterampilan yang benar-benar kamu inginkan.

  2.  Energi dan perhatian harus diarahkan sepenuhnya pada keterampilan itu.

  3.  Tentukan target performa yang jelas (misalnya: bisa main 1 lagu, bisa buat 1 aplikasi sederhana).

  4.  Pecah keterampilan menjadi bagian-bagian kecil.

  5.  Prioritaskan sub-keterampilan yang paling berdampak besar.

  6.  Gunakan alat bantu sederhana untuk mempercepat proses (buku, video, software, mentor).

  7.  Hilangkan hambatan latihan (distraksi, rasa takut, lingkungan yang tidak mendukung).

  8.  Latihan dalam sesi singkat tapi sering (lebih baik 30–90 menit fokus daripada 3 jam asal-asalan).

  9.  Amati umpan balik, koreksi kesalahan, dan ulangi.

  10.  Rayakan kemajuan kecil untuk menjaga motivasi.


Jadi perbedaannya:

  • 5 langkah inti = cara teknis untuk langsung mulai berlatih.

  • 10 prinsip umum = fondasi mental & strategi agar proses 5 langkah inti tidak gagal di tengah jalan.

Jadi kesimpulan ringkasnya begini :

  • Untuk bisa cukup terampil dalam sesuatu, kita tidak butuh 10.000 jam (seperti mitos populer), tapi cukup dengan 20 jam latihan fokus.
  • Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan keterampilan, pemecahan jadi bagian kecil, konsistensi latihan, dan mengatasi hambatan mental maupun lingkungan.
Semoga pembaca tertarik membaca keseluruhan buku ini.  Sudah ada dalam bahasa Indonesianya kok. Silakan cari di marketplace.  Mantap boss... selamat membaca

INTERVAL WALKING TRAINING: sederhana, tapi manfaat luarbiasa

 

Interval Walking Training

“Bayangkan ada sebuah cara olahraga sederhana… hanya dengan berjalan kaki… yang bisa membantu Anda membakar lemak lebih cepat, menyehatkan jantung, bahkan meningkatkan fungsi otak. Dan yang menarik, cara ini tidak memerlukan alat mahal, tidak butuh keanggotaan gym, hanya sepatu yang nyaman. Namanya adalah Interval Walking Training.”

Saya membaca artikel tentang IWT ( Interval Walking Training) di sebuah berita online, nampaknya sepele dan tidak meyakinkan sampai saya akhirnya mencoba melakukannya.  Sebagai lelaki tua 58 tahun tentu olah raga menjadi sebuah kebutuhan layaknya makan makanan bergizi dan sehat.  Setidaknya 2 hari sekali dalam seminggu atau 3 kali seminggu saya menyempatkan diri olah raga di pagi hari, mulai jam 06.00 sampai kira-kira 06.45.  Jalanan di Jogja belum terlalu padat namun cukup ngeri ngeri sedap karena pada pagi itu mereka berpacu melawan waktu, antara yang masuk kantor dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dan rute saya selalu bersamaan dengan mereka. Maklum saya tinggal di kota yang agak minggir mendekati jalan lingkar selatan.  Olah raga yang saya lakukan adalah jalan santai, kadang saya campur dengan berlari ringan. Ide mencampur lari dan jalan ini saya peroleh dari statement si Felix Zuhendri yang mengatakan bahwa olah raga itu harus sampai terengah-engah. Jadilah saya mengkombinasikan jalan dan lari ringan.   Sampai kemudian saya menemukan ternyata ada metode jalan cepat dan jalan santai yang dikombinasikan sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat yang luar biasa kepada tubuh.  Itulah Interval Walking Training.  Namun sesungguhnya saya "iri hati" dengan anak saya yang mengikuti Half Marathon di suatu waktu dan tempat. ha ha ha bolehlah iri untuk hal hal yang positip.

Inilah dia IWT yang saya banggakan ........

Seorang profesor dari Jepang pernah melakukan penelitian panjang tentang jalan kaki dengan metode interval. Caranya sederhana: Anda berjalan cepat selama 3 menit, lalu berjalan santai selama 3 menit. Ulangi pola ini beberapa kali, total sekitar 30 menit.

Hasilnya? Luar biasa. Orang yang rutin melakukannya mengalami peningkatan kebugaran, tekanan darah lebih stabil, kolesterol membaik, bahkan otot-otot tubuh lebih kuat.

Kenapa bisa begitu? Saat kita berjalan cepat, detak jantung meningkat, oksigen lebih banyak dipompa ke seluruh tubuh. Lalu, saat kita melambat, tubuh belajar memulihkan diri. Pola naik-turun inilah yang melatih sistem kardiovaskular agar lebih efisien, mirip seperti latihan interval pada atlet—tapi dengan cara yang jauh lebih ringan dan aman.

Bahkan, penelitian juga menunjukkan interval walking membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Artinya, tubuh lebih efisien membakar energi bahkan setelah latihan selesai. Inilah alasan mengapa metode ini sangat cocok untuk orang yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga vitalitas di usia 40, 50, bahkan 60 tahun ke atas.

Dan ada satu bonus tambahan: berjalan interval terbukti mampu memperbaiki suasana hati, menurunkan stres, dan meningkatkan fokus. Jadi, bukan hanya tubuh yang sehat, pikiran pun jadi lebih jernih.”

Kesehatan bukan hadiah yang datang begitu saja. Ia adalah hasil dari kebiasaan sederhana yang kita lakukan setiap hari.

Dengan interval walking training, Anda tidak hanya melangkah untuk hari ini, tetapi juga berinvestasi untuk kesehatan jangka panjang.

Jadi, jangan tunda lagi. Kenakan sepatu Anda, keluar rumah, dan mulailah melangkah. Karena setiap langkah kecil yang konsisten… akan membawa perubahan besar.

Olah raga ini bukan saja untuk orang tua 40-60 tahun tetapi juga bermanfaat bagi orang muda, sebagai selingan.

Selamat mencoba


Yogyakarta, agak siang nih sekira jam 07.55. Dikala matahari sudah menghangat


MENYANGKAL DIRI YANG SALAH KAPRAH (renungan Kristiani)




Melihat fakta kejadian di sekitar kita belakangan ini, terlepas dari sudut pandang politik apapun maka para koruptor yang tertangkap oleh KPK maupun Kejaksaan bisa dilihat rekam jejaknya sebelum mereka menajdi tersangka.  Umumnya mereka akan menampakkan penampilan yang seolah-olah tidak menyukai korupsi, selalu melawan korupsi, menganjurkan kepada bawahannya supaya melawan korupsi.  Bahkan ada yang melontarkan ide untuk hukuman mati bagi koruptor.
Namun apa yang mereka lontarkan sebelum tertangkap akan berlawanan kenyataannya dengan setelah mereka ditangkap, setidaknya kita bisa melihat dari bahasa tubuhnya.  
Mereka yang pada mulanya menyangkal tidak pernah korupsi dengan berbagai alasannya: aktif dalam organisasi yang menolak korupsi, orang tuanya terpadang dan bersih dari cela korupsi dan sebagainya. Toh akhirnya pengadilan memutuskan mereka harus masuk bui. Inilah yang saya katakan sebagai salah kaprah penyangkalan diri.


Dalam Markus 14:66-72 kita membaca kisah Petrus yang menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Penyangkalan ini lahir dari rasa takut, lemah iman, dan keinginan untuk menyelamatkan diri. Namun, di balik kejatuhan itu, kita belajar makna penting: betapa mudahnya manusia mengelak dari kebenaran demi kenyamanan dan keselamatan sesaat.

Di zaman kita sekarang, kita sering melihat penyangkalan dalam bentuk lain: para koruptor yang ketika terbukti bersalah justru berkata, “Saya tidak melakukan itu.” Mereka menyangkal perbuatan dosa, padahal bukti-bukti mengungkapkan sebaliknya.

Ketika Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku” (Markus 8:34), penyangkalan diri yang dimaksud adalah menolak ego, menolak keinginan dosa, menolak jalan pintas demi kepentingan pribadi, lalu memilih taat kepada Allah. Penyangkalan diri berarti:

  • Tidak hidup untuk kemegahan pribadi, melainkan untuk kemuliaan Allah.

  • Tidak mencari keuntungan sesaat, melainkan kesetiaan pada kebenaran.

  • Tidak menyelamatkan diri dengan kebohongan, melainkan berani jujur meskipun konsekuensinya berat.

Sayangnya, makna luhur ini sering diputarbalikkan. Koruptor yang menyangkal dirinya bukanlah dalam arti meninggalkan dosa, melainkan menolak pengakuan atas dosa. Mereka menyangkal kesalahannya demi menjaga kehormatan palsu, kekayaan, atau kuasa. Penyangkalan ini berbeda dengan ajaran Kristus, karena bukan mengosongkan diri dari dosa, melainkan menutupi dosa dengan kebohongan.

Jika Petrus akhirnya menangis dan bertobat setelah sadar akan penyangkalannya, banyak orang pada zaman ini tetap mengeraskan hati, bahkan menikmati “kenikmatan sesaat” dari hasil kejahatan.

Pesan penting bagi kita, baiklah kita :.....

Jujur pada diri sendiri dan Allah. Jangan menutupi dosa dengan kebohongan. Mengaku salah di hadapan Tuhan adalah awal dari pemulihan.

Belajar dari Petrus. Ia jatuh, tapi tidak berhenti di kejatuhan. Ia menyesal dan kembali dipakai Tuhan untuk pelayanan yang besar.

Penyangkalan diri yang benar. Bukan menyangkal kesalahan, tetapi menyangkal ego yang mendorong kita pada dosa. Inilah panggilan murid Kristus sejati.

Sebagai penutup saya mengajak saudara berhati-hati agar tidak jatuh pada penyangkalan yang salah kaprah. Koruptor menyangkal demi melindungi diri dari kebenaran. Tetapi murid Kristus dipanggil menyangkal diri demi hidup di dalam kebenaran.

Kiranya kita berani berkata: “Lebih baik aku rugi di dunia, asalkan aku tetap hidup benar di hadapan Allah.” Karena pada akhirnya, penyangkalan diri yang sejati akan membawa kita pada kehidupan kekal.


Yogyakarta, pagi sejuk di 7 September 2025



KITAB SUCI DAN AKTUALISASINYA PADA MASA KINI

 Kitab suci bagi banyak umat beragama diyakini sebagai firman yang abadi. Namun, abadi bukan berarti statis. Justru karena keabadiannya, kitab suci harus bisa berbicara dalam setiap zaman, pada setiap konteks, dan kepada setiap manusia yang hidup dalam pergumulan berbeda. 

Betapa semakin banyak anak-anak muda yang meninggalkan kitab suci hanya karena alasan bahasa yang sulit, apalagi konteks zaman yang jauh berbeda, terpaut sampai ribuan tahun menyebabkan generasi z ini juga semakin sulit untuk memahaminya

Tidak jarang kitab suci dibaca hanya dengan kacamata lama, seakan maknanya berhenti di masa lalu. Tafsir menjadi beku, tidak lagi menjiwai kehidupan, bahkan kadang terasa asing dengan realitas zaman modern. Di sinilah pentingnya aktualisasi tafsir—sebuah upaya kreatif dan reflektif untuk menafsirkan ayat-ayat agar senantiasa relevan.

Lalu upaya apa yang bisa dilakukan untuk merespon hal-hal tersebut?

Saya mengusulkan ada 3 hal yang perlu dilakukan agar ayat-ayat suci itu tetap aktual di zaman yang semakin berlari ini:

Tafsir yang Dinamis

Aktualisasi tafsir bukan berarti mengubah firman, melainkan menemukan kembali makna sesuai konteks baru. Misalnya, pesan tentang keadilan dalam kitab suci harus terus dipertanyakan: bagaimana keadilan ditegakkan di era digital? Bagaimana menghadapi ketidakadilan ekonomi global? Sangat baik jika dilakukan dalam kelompok kelompok kajian yang inovatif. Misal dalam agama Kristen dalam kelompok Pemahaman Alkitab. Sebaiknya Pemahaman Alkitab tidak berhenti pada menceritakan masa lalu  dan jauh dari zaman sekarang. Menghapal berapa anak Abraham, berapa lama Yunus berapa di dalam perut ikan, apa negeri yang dijanjikan Tuhan untuk Abraham itu baik semua tetapi jangan berhenti pada itu saja. Apa aktualisasi dan apa yang perlu kita lakukan dalam konteks zaman sekarang ini. Mungkin saja bisa terjadi perdebatan seru dalam diskusi itu, tetapi tidak masalah karena kita masih punya pijakan yang sama.

Menyapa Ilmu Pengetahuan dan Budaya

Kitab suci tidak hidup dalam ruang hampa. Dialog dengan ilmu pengetahuan, filsafat, politik, bahkan teknologi, menjadi kunci agar ayat-ayat suci tidak terasing dari kenyataan. Tafsir yang diperbarui mampu menjawab isu kesehatan mental, perubahan iklim, sampai etika penggunaan AI. Menurut saya janganlah mencari kecocokan atau sekedar dicocok-cocokan dengan ilmu pengetahuan ayat ayat di kitab suci kalau memang tidak bersesuaian. Upaya mencocokan ilmu pengetahuan dengan kitab suci yang terlalu memaksakan diri akan membuat orang-orang semakin skeptis dan tidak yakin akan kebenaran di kitab Suci.

Spiritualitas yang Menggerakkan

Pada akhirnya kitab suci harus mempunyai dampak terhadap dunia melalui umat-Nya. Ayat ayat hanya tinggal sebagai tulisan belaka jika tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Aktualisasi tafsir tidak berhenti pada wacana. Ia harus berbuah dalam tindakan nyata: solidaritas sosial, kepedulian lingkungan, kejujuran dalam pekerjaan, dan kasih dalam relasi. Tafsir yang hidup adalah tafsir yang mengubah perilaku dan memberi cahaya pada kehidupan bersama.

Aktualisasi ayat-ayat kitab suci adalah panggilan untuk menjadikan teks ilahi sebagai sumber inspirasi yang tidak pernah usang. Dengan tafsir yang selalu diperbarui, kitab suci tetap menjadi kompas yang menuntun manusia—dari zaman kuno hingga era digital.

TUHAN MASUK DALAM LEMBAGA KEAGAMAAN

 Kita tidak memiliki jawaban atas pertanyaan " Apakah agama Tuhan" karena memang sulit menjawabnya. Tetapi tentu ada sebuah perjalanan yang panjang sejak dimulainya manusia mengenal Tuhan sampai Tuhan "masuk" ke dalam lembaga keagamaan.  Mari kita melihat perjalanannya:

  Zaman Prasejarah (±100.000 – 10.000 SM)

  • Animisme & Totemisme
    Manusia purba merasakan "roh" dalam alam (gunung, sungai, hewan).

  • Tuhan belum dilembagakan, hanya ada rasa kagum & takut pada kekuatan gaib.


🔹 Zaman Pertanian & Peradaban Awal (±10.000 – 3.000 SM)

  • Revolusi Pertanian melahirkan desa & kota.

  • Muncul dewa-dewa kesuburan dan ritual kolektif.

  • Tuhan dilembagakan lewat ritual musiman (panen, hujan).

  • Contoh: Dewa Matahari Mesir, Dewa Kesuburan Mesopotamia (Inanna/Ishtar).


🔹 Zaman Negara-Kota & Kerajaan Awal (±3.000 – 500 SM)

  • Agama jadi bagian dari struktur politik.

  • Raja dianggap wakil Tuhan / anak dewa.

  • Tuhan dilembagakan melalui kuil megah, imam resmi, hukum ilahi.

  • Contoh:

    • Mesir Kuno (Amon-Ra sebagai dewa tertinggi).

    • Sumeria (Enlil, Anu, Marduk).

    • Babilonia (Hammurabi mengklaim hukum berasal dari dewa).


🔹 Era Agama-Etika & Monoteisme (±1200 – 500 SM)

  • Israel kuno: Yahweh dilembagakan dalam Torah & Hukum Musa, pusat pada identitas bangsa.

  • Zarathustra (Iran): ajaran monoteisme moral Ahura Mazda.

  • Hinduisme awal & Buddha (India): pengalaman spiritual dilembagakan dalam sistem kasta & sangha.

  • Konfusianisme & Taoisme (China): nilai etika & kosmos disusun dalam ajaran filosofis & ritual negara.


🔹 Era Agama-Agama Besar Dunia (±0 – 700 M)

  • Kekristenan: Yesus membawa pengalaman rohani → dilembagakan menjadi Gereja dengan dogma & konsili.

  • Islam: Wahyu Nabi Muhammad → dilembagakan dalam syariat & kekhalifahan.

  • Agama Buddha & Hindu: berkembang jadi institusi global, punya kuil & struktur kependetaan.


🔹 Abad Pertengahan (500 – 1500 M)

  • Agama menjadi otoritas politik & hukum.

  • Gereja Katolik, Kekhalifahan Islam, Hindu-Buddha di Asia Tenggara: semua menjadikan Tuhan sebagai dasar legitimasi kekuasaan.

  • Tuhan dilembagakan dalam teologi resmi & institusi pendidikan (madrasah, seminari, universitas gereja).


🔹 Era Modern (1500 – 1900 M)

  • Reformasi Protestan: kritik pada lembaga agama Katolik, tetapi tetap membentuk lembaga baru.

  • Pencerahan Eropa: Tuhan mulai dipandang sebagai ide filsafat (Deisme), tidak hanya institusi agama.

  • Kolonialisme: agama dilembagakan sebagai alat ekspansi politik & misi.


🔹 Era Kontemporer (1900 – Sekarang)

  • Agama tetap ada sebagai institusi global (Gereja, Majelis Ulama, Vatikan, dsb.).

  • Namun, spiritualitas personal kembali menonjol (New Age, mindfulness, ateisme spiritual).

  • Tuhan kini diperdebatkan:

    • Sebagai realitas transenden di atas agama.

    • Atau sekadar institusi budaya & sosial.


BANGSA KITA TIDAK SUKA MEMBACA?

Lebih suka gawai

 Coba saja tanyakan kepada teman Anda, buku atau bacaan apa yang sedang mereka baca dalam satu minggu atau satu bulan ini? Tentu jawabannya bisa beragam, tetapi saya menduga banyak yang menjawab "Saya tidak membaca apa-apa, karena melihat youtube labih menarik dibandingkan membaca buku".  Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menyenangi sesuatu, termasuk membaca. Sebab otak kita hanya menyenangi sesuatu hal yang ingin ia senangi. Jadi memang sulit membangkitkan membaca pada orang yang pada dasarnya tidak suka membaca.

Meskipun secara statistik negeri ini mengalami pertumbuhan dalam hal minat baca pada tahun 2024 namun itu pun masih tergolong sedang, belum bisa masuk pada kategori tinggi. Tidak mengapa, sepanjang memang ada trend kenaikan. Mari kita lihat data nya 

Statistik TGM ( Tingkat Kegemaran membaca ) Nasional (Tahun 2021–2024)

  • 2021: Skor TGM sebesar 59,52 (kategori sedang) 

  • 2022: Meningkat menjadi 63,90 (kategori tinggi)

  • 2023: Terus naik menjadi 66,77 (kategori tinggi)

  • 2024: Skor terbaru menunjukkan 72,44, tetapi meski lebih tinggi, masih masuk dalam kategori sedang (rentang skor 50,1–75)

Tren ini menunjukkan adanya peningkatan konsisten dalam minat baca masyarakat

Ada tambahan data dari UNESCO yang demikian :

Angka dari UNESCO menggambarkan gambaran historis terkait budaya membaca—dengan tingkat yang sangat rendah—sedangkan data BPS dan TGM Perpusnas menunjukkan tren perbaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Lalu apa sebenarnya kesulitan yang dihadapi dari orang orang yang tidak suka membaca padahal ketersediaan buku bacaan sudah semakin mudah dari tahun ke tahun. Dimana membaca sudah tidak lagi harus membeli buku karena adanya kemudahan-kemudahan sebagai berikut:

  • Digitalisasi: Saat ini ada banyak aplikasi baca (Gramedia Digital, iPusnas, Google Books), plus ebook gratis dari pemerintah.

  • Perpustakaan: Jumlah perpustakaan meningkat, bahkan di desa (Perpusdes, Taman Bacaan Masyarakat).

  • Buku Murah: Buku bajakan (meski ilegal) membuat bacaan jadi lebih murah.

👉 Artinya, secara fisik maupun digital, bahan bacaan jauh lebih mudah diakses daripada 10–20 tahun lalu.

Dari seluruh propinsi di Indonesia ternyata Yogyakarta punya angka yang cukup tinggi dalam hal minat baca yaitu 73,27 pada tahun 2023. Itupun saya duga didominasi oleh para mahasiswa yang belajar di Yogyakarta dan mungkin bisa jadi bukan penduduk asli Yogyakarta hahaha...

Ada beberapa faktor yang layak dipertimbangkan sehingga membuat minat baca rendah, antara lain :

  1. Budaya & Kebiasaan

    • Membaca belum jadi tradisi keluarga maupun komunitas.

    • Anak lebih sering dikenalkan pada gawai hiburan (YouTube, TikTok, game) dibanding buku.

  2. Motivasi & Relevansi

    • Banyak orang merasa membaca buku tidak praktis dibanding menonton video atau mendengar podcast.

    • Materi bacaan kadang tidak sesuai kebutuhan (misalnya terlalu akademis).

  3. Keterampilan Literasi

    • Hasil PISA 2022: Indonesia peringkat 62 dari 81 negara dalam literasi membaca. Artinya, kemampuan memahami bacaan rendah.

    • Jika membaca terasa sulit, maka akses buku sekalipun tidak cukup menarik.

  4. Ekonomi & Sosial

    • Harga buku relatif mahal dibanding daya beli sebagian besar masyarakat.

    • Waktu luang untuk membaca juga terbatas (lebih banyak digunakan untuk bekerja atau aktivitas produktif).

Ada tips kecil yang bisa dipakai sehingga minat baca meningkat, tetapi tidak serta merta dapat terjadi dalam 1 atau 2 tahun sebab ini menyangkut proses:

Biasakanlah membaca sejak kecil, ini juga meminta kesediaan dan kesadaran orang tua agar menyediakan buku buku bacaan berkaualitas. Buku bacaan sederhana yang penuh gambar dan berwarna seringkali menjadi awal yang menimbulkan kecintaan anak pada bacaan. Saya mengalaminya sendiri.

Pilihlah bacaan yang relevan dan menarik. Untuk anak-anak berikan buku buku sederhana mengenal hewan, tumbuhan, macam-macam warna, macam macam huruf, kisah kisah fabel dan sebagainya. Bagi orang dewasa sesuaikan dengan bidang pekerjaan atau minat Anda. Sehingga memperluas wawasan.

Jadikan membaca aktivitas sosial—diskusi buku, book club, atau konten review di media sosial. Bacalah kemudia buatlah ringkasan bacaan nya dan sajikan dalam bentuk konten yang menarik di media-media sosial. Bisa jadi sebagai alternatif tambahan penghasilan dengan menjadi konten kreator yang menjual buku sebagai afiliate.

Semoga tulisan ini memberi sedikit pencerahan kepada pembaca tentang pentingnya literasi

Novel Animal Farm, relevan kah untuk negeri kita?

Animal Farm

Buku Animal Farm sangat menarik saya, sekalipun buku ini sudah lama terbitnya. tetapi ternyata membaca kisah-kisah binatang ini begitu menarik. Seolah merepresentasikan kita sebagai manusia. Utamanya saya sebagai manusia yang hidup di negeri Indonesia ini. Setelah membaca secara menyeluruh Novel ini saya sungguh tertarik membuat tulisan kecil sebagai hadiah saya untuk negeri tercinta saya Indonesia. Semoga catatan ini mampu untuk menjadi cermin bagi kita anak bangsa Indonesia. Dan sungguh buku ini kalau dibaca baik baik akan menyadarkan kita untuk segera berubah.

Dirgahayu Indonesia ke 80

 1. Kekuasaan Cenderung Korup jika Tanpa Kontrol

  • Dalam Animal Farm, babi yang awalnya memimpin untuk kemerdekaan justru berubah menjadi penindas baru.

  • Relevansi di Indonesia: Tanpa sistem checks and balances yang kuat, pemimpin atau partai politik bisa tergoda menyalahgunakan wewenang demi kepentingan kelompoknya.


2. Propaganda Dapat Membentuk Persepsi Publik

  • Napoleon memakai Squealer untuk memutarbalikkan fakta dan mengubah sejarah.

  • Relevansi di Indonesia: Media dan buzzer politik bisa digunakan untuk mengarahkan opini publik, sehingga masyarakat menerima kebijakan yang merugikan seolah-olah itu demi kebaikan bersama.


3. Perubahan Aturan untuk Kepentingan Penguasa

  • Prinsip Animalism diubah sedikit demi sedikit hingga maknanya bertentangan dengan tujuan awal.

  • Relevansi di Indonesia: Aturan hukum atau kebijakan bisa direvisi untuk menguntungkan elite politik atau kelompok tertentu, sementara rakyat sulit mengawasi perubahan halus tersebut.


4. Revolusi Tanpa Kesadaran Kritis akan Gagal

  • Hewan-hewan di Animal Farm hanya mengikuti perintah tanpa terus mengkritisi kebijakan, sehingga tidak menyadari bahwa mereka diperalat.

  • Relevansi di Indonesia: Partisipasi rakyat dalam demokrasi harus disertai dengan kesadaran kritis, bukan hanya ikut-ikutan atau terjebak fanatisme politik.


5. Bahaya Elite Capture (Penguasaan oleh Segelintir Elite)

  • Kekuasaan yang awalnya untuk semua hewan akhirnya terkonsentrasi pada babi dan anjing.

  • Relevansi di Indonesia: Oligarki politik dan ekonomi dapat menguasai sumber daya negara, sehingga kebijakan lebih berpihak pada kepentingan elite daripada rakyat.


6. Identitas Pemimpin Bisa Berubah

  • Di akhir cerita, babi dan manusia sulit dibedakan.

  • Relevansi di Indonesia: Pemimpin yang awalnya mengaku “pro rakyat” bisa saja berubah perilakunya setelah masuk ke lingkaran kekuasaan, sehingga tidak berbeda dengan pihak yang dulu dikritiknya.

WAHYU ILLAHI VS IMAJINASI MANUSIA, BAGAIMANA MEMBEDAKANNYA?

 


Masih melanjutkan tulisan sebelumnya tentang wahyu Illahi dan Imajinasi manusia. Seringkali kita menemukan bahwa katanya wahyu Illahi itu punya konsistensi tersendiri melintas zaman. tetapi mungkin juga itu berasal dari narasi yang dibuat oleh manusia sendiri? Benarkah demikian, mari kita telusuri jejak nya hahahaha...

Membedakan Wahyu Ilahi dan Imajinasi Manusia: Tinjauan Sains dan Filsafat

Sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengklaim menerima pesan dari “kekuatan yang lebih tinggi”. Dalam agama-agama besar, pesan ini dikenal sebagai wahyu ilahi—suatu komunikasi langsung dari Tuhan kepada manusia. Namun, sepanjang sejarah, kita juga mengetahui betapa kuatnya imajinasi manusia dalam menciptakan narasi, visi, dan gambaran yang terasa begitu nyata. Pertanyaannya: Bagaimana kita membedakan antara wahyu yang benar-benar ilahi dan imajinasi manusia yang subyektif?

Tulisan ini mencoba melihat persoalan tersebut dari dua kacamata: sains dan filsafat.


1. Perspektif Sains

Ilmu pengetahuan, khususnya neurosains dan psikologi kognitif, memandang pengalaman “mendapat wahyu” sebagai fenomena yang terjadi di dalam otak manusia.

a. Aktivitas Otak dan Persepsi Spiritual

Penelitian neurotheology oleh Andrew Newberg (2009) menunjukkan bahwa pengalaman religius sering kali terkait dengan perubahan aktivitas di lobus parietal dan lobus frontal otak.

  • Lobus parietal: berkurangnya aktivitas di bagian ini dapat membuat batas antara diri dan lingkungan terasa kabur, sehingga seseorang merasa “bersatu” dengan sesuatu yang lebih besar.

  • Lobus frontal: peningkatan aktivitas dapat menimbulkan rasa fokus yang intens, memperkuat keyakinan bahwa pesan yang diterima sangat penting.

Fenomena ini bisa terjadi saat meditasi, doa mendalam, bahkan dalam kondisi stres ekstrem. Dari kacamata sains, pengalaman tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa sumbernya benar-benar berasal dari luar diri manusia.

b. Efek Halusinasi dan Mimpi

Halusinasi—baik karena kurang tidur, kelaparan, trauma, atau penyakit tertentu—dapat memunculkan suara atau penglihatan yang bagi penderitanya terasa nyata. Misalnya, studi oleh Oliver Sacks dalam Hallucinations (2012) menjelaskan bagaimana otak dapat menciptakan sensasi visual atau auditif yang sangat meyakinkan tanpa input eksternal.
Bahkan, tokoh-tokoh sejarah yang mengaku mendapat wahyu mungkin mengalami fenomena ini, meski keyakinan mereka tetap tulus.


2. Perspektif Filsafat

Filsafat tidak hanya menyoal bagaimana wahyu terjadi, tetapi juga bagaimana kita menilai kebenarannya.

a. Epistemologi: Bagaimana Mengetahui Sesuatu Itu Benar?

Seorang filsuf seperti Immanuel Kant menekankan bahwa pengetahuan manusia dibatasi oleh struktur pikiran dan pengalaman. Artinya, kita tidak pernah mengakses “realitas mutlak” secara langsung; kita hanya memahami melalui filter mental kita.
Jika demikian, klaim wahyu perlu diuji melalui:

  1. Koherensi internal: Apakah isi wahyu itu bebas dari kontradiksi?

  2. Konsistensi eksternal: Apakah sesuai dengan fakta yang dapat diverifikasi?

  3. Manfaat praktis: Apakah pesan tersebut memberi kontribusi positif terhadap kehidupan?

b. Hermeneutika: Tafsir dan Makna

Filsafat hermeneutika, seperti dijelaskan Hans-Georg Gadamer, mengingatkan kita bahwa setiap teks atau pesan ilahi dipahami melalui lensa budaya dan bahasa penerimanya. Bahkan jika suatu pesan benar-benar berasal dari Tuhan, pemahamannya akan selalu bercampur dengan konteks manusia. Inilah yang membuat perbedaan tafsir antar kelompok dan zaman.


3. Perbedaan Kunci Menurut Pendekatan Gabungan

Menggabungkan sains dan filsafat, kita bisa mengidentifikasi beberapa perbedaan penting:

AspekWahyu Ilahi (dari perspektif teologi)Imajinasi Manusia (dari perspektif sains)
SumberTransenden, berasal dari TuhanInternal, berasal dari pikiran manusia
KonsistensiCenderung konsisten lintas generasi (menurut pemeluknya)Rentan berubah sesuai budaya, emosi, dan pengalaman
DampakMengubah arah hidup, menginspirasi komunitas besarDapat memotivasi individu, tapi sering lebih personal
VerifikasiBergantung pada iman dan kesaksian sejarahDapat diuji melalui metode ilmiah atau psikologi
Pengalaman subjektifRasa keterhubungan dengan kekuatan ilahiRasa kreatif atau mimpi yang intens

4. Mengapa Perbedaan Ini Penting?

Memahami batas antara wahyu dan imajinasi membantu kita:

  • Menghargai pengalaman spiritual tanpa menelan mentah-mentah semua klaim.

  • Menghindari manipulasi yang mengatasnamakan wahyu demi kepentingan tertentu.

  • Mendorong dialog antara iman dan ilmu, bukan pertentangan.


Penutup

Bagi yang beriman, wahyu adalah kebenaran mutlak. Bagi ilmuwan, wahyu adalah fenomena kognitif yang layak dipelajari. Keduanya dapat berdampingan jika kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang mencari makna—baik melalui keheningan doa maupun melalui penelitian laboratorium.
Pada akhirnya, mungkin yang lebih penting bukanlah apakah pesan itu “datang dari langit” atau “lahir dari pikiran”, tetapi bagaimana pesan itu membentuk kita menjadi manusia yang lebih bijaksana dan penuh kasih.

Semoga pemikiran ini semakin memantapkan langkah kita masing-masing dalam menjalani kehidupan di planet bumi ini. Salam


Rujukan:

  • Newberg, A., & Waldman, M. R. (2009). How God Changes Your Brain. Ballantine Books.

  • Sacks, O. (2012). Hallucinations. Alfred A. Knopf.

  • Kant, I. (1781). Critique of Pure Reason.

  • Gadamer, H.-G. (1960). Truth and Method.